Poso

TNI di Poso Tanamkan Nilai Keagamaan Sejak Usia Dini

Dandim 1307/Poso Letkol Inf Dody Triyo Hadi saat meberikan hadiah bagi peraih juara di Festival Anak Sholeh. (Penrem 132 Tadulako)

POSO, KabarSelebes.com – Komandan Distrik Militer (Dandim) 1307/Poso Letkol Inf Dody Triyo Hadi menyelenggarakan Festival Anak Sholeh dengan Lomba Tilawatil Qur’an, Ceramah Agama dan Lomba Adzan yang dilaksanakan di Baruga Koramil 1307-9/Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi tengah. Kegiatan ini dilaksanakan guna menanamkan nilai keagamaan sejak usia dini.

Menurut Letkol Dody, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh generasi muda Islam di Kabupaten Poso agar mencintai, memahami dan mengamalkan ajaran agama khususnya agama Islam dengan baik dan benar. Dengan begitu secara tidak langsung hal tersebut merupakan perwujudan rasa cinta kepada bangsa dan tanah air.

“Agama apapun yang ada di dunia ini selalu mengajarkan kebaikan kepada umatnya,” jelas Letkol Dody.

Kata dia, keberagaman agama yang ada di Indonesia saat ini cermin dari kebhinekaan yang telah ada sejak zaman dahulu kala. Dan Indonesia terbentuk dari kebhinekaan sesuai dengan simbol “Bhineka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua.

“Perbedaan yang ada merupakan suatu keindahan yang apabila dijaga akan menjadi suatu kekuatan yang besar, yang dapat membawa kejayaan bangsa Indonesia dimata dunia,” jelasnya.

Sehingga ujarnya, salah satu solusi terbaik saat ini adalah dengan menanamkan kembali pendidikan moral dan akhlak khususnya nilai-nilai agama kepada generasi muda Indonesia khususnya di Kabupaten Poso seperti ini agar tidak mengotori Poso yang pernah ternoda dengan konflik agama.

Selain itu kata dia, upaya seperti ini akan terus dilakukan. Pasalnya kata diam saat ini nilai-nilai budaya ketimuran yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Indonesia mulai terkikis, jiwa toleransi, hormat menghormati, budaya gotong royong mulai sirna secara perlahan dari kehidupan masyarakat Indonesia, masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa lebih cenderung mengikuti budaya-budaya asing yang sangat bertentangan dengan budaya dan adat istiadat Indonesia.

“Hal ini perlu disikapi dengan serius oleh pemerintah, karena masalah ini dapat menjadi bibit kehancuran bangsa Indonesia,” tandasnya. (PEN)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top