Mikro

Sulteng Catat Surplus Beras 280.000 Ton di 2016

Pekerja memikul beras hasil pengadaan Bulog Divre Sulteng dari luar daerah di Gudang Tondo Palu, Sulawesi Tengah, Senin (17/11). Untuk menyangga stok beras, Bulog terpaksa mengadakan beras dari luar daerah karena petani setempat enggan menjual berasnya dengan harga pembelian Bulog yang lebih rendah dari harga pembelian di pasaran umum. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/Koz/mes/14.

PALU, KabarSelebes.com – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2016 mencatat telah mengalami surplus produksi beras sebanyak 280.000 ton. Adapun pencapaian ini diharapkan bisa terus terjadi, bahkan bisa mengalami peningkatan di waktu-waktu yang akan datang.

“Surplus itu mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Trie Iriany Lamakampali, seperti dikutip dari Antara, di Palu, Senin 13 Maret 2017.

Ini berarti, lanjutnya, bahwa program pemerintah soal upaya khusus pajala (padi, jagung dan kedelai) di Provinsi Sulteng menunjukkan adanya keberhasilan, meski belum signifikan. Pemerintah daerah bersama dengan TNI dan seluruh instansi dan institusi yang ada sangat tertarik terhadap program dimaksud.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas, khususnya padi sehingga target produksi setiap tahunnya bertambah. Peningkatan terjadi tentu harus didukung dengan ketersediaan benih yang bagus, pupuk dan obat-obatan yang cukup.

Adanya infrastruktur seperti saluran irigasi yang memadai dan juga akses-akses jalan usaha tani menjadi perlu untuk kelancaran distribusi dan pemasaran hasil-hasil panen petani. Menurut dia, peran Bulog sangat strategis untuk menyerap hasil produksi petani sesuai dengan target yang diharapkan.

Bulog, kata dia, bisa menyerap lebih banyak produksi petani baik dalam bentuk gabah maupun beras karena 2016 saja Sulteng mengalami surplus 280.000 ton. Dan pada 2017 ini, tentu diharapkan surplus beras di Sulteng akan lebih besar dan Bulog juga diharapkan dapat meningkatkan target pembelian.

Pada panen musim tanam Oktober-November 2016 yang nanti panennya akan berlangsung pada April-Mei 2017 produksi petani sekitar 500 ribu ton. Bulog diharapkan dapat menyerap beras petani pada panen raya itu dalam jumlah besar. Sulteng menargetkan produksi gabah kering giling (gkg) di provinsi ini pada 2017 sekitar 1,3 juta ton.

(Sumber: Metrotvnews.com)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top