Pendidikan

SMPN 13 Palu Tingkatkan Jumlah Siswa di Sekolah Terbuka

SMPN 13 Palu (Kemendikbud.go.id)

PALU, KabarSelebes.com – Penerimaan calon siswa baru tahun 2017, khususnya bagi siswa di Sekolah Terbuka SMP Negeri 13 Palu. Pada pelaksanaanya nanti, akan lebih dimaksimalkan dengan membuka kesempatan bagi siswa yang berasal dari luar daerah Palu.

Kepala SMP Negeri 13 Palu Lainsan S.Pd, M.Pd mengatakan, sebagai satu dari ketiga sekolah yang ditetapkan sebagai pelaksana sistem sekolah terbuka di kota Palu, Sekolah yang dipimpinya, kemungkinan pada penerimaan calon siswa baru tahun ini dikhususkan bagi calon siswa di sekolah terbuka akan lebih dimaksimalkan.

“Iya, tahun ini jumlah calon siswa baru khususnya di sekolah terbuka kemungkinan akan lebih dimaksimalkan,” ungkap Lainsan belum lama ini.

Menurut dia, selama ini dalam praktek penerimaan calon siswa di sekolah terbuka, sebenarnya SMP N 13 Palu telah beberapa kali menerima siswa yang berasal dari luar daerah di kota Palu. Baik itu yang berasal dari Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan Donggala.

Hanya saja kata dia, untuk penerimaan kali ini akan lebih dimaksimalkan kembali, karena sesuai dengan tujuan dari pemerintah yang berkeinginan untuk menekan angka putus sekolah di masyarakat, terlebih yang tamatan sekolah dasar.

“Sesuai dengan tujuan pemerintah juga kan, yang berkeinginan memutus angka putus sekolah,” sebutnya.

Lebih lanjut, untuk angka putus sekolah di Kota Palu sendiri jelas Lainsan, meskipun saat ini tingkat kesadaran pendidikan di masyarakat pinggiran Kota Palu sedikit lebih meningkat, namun tidak ditampiknya karena alasan biaya dan usia yang sudah terlampau jauh membuat angka putus sekolah di tingkat SD saat ini masih cukup banyak.

Dia berharap, keterlibatan lebih jauh dari pemerintah utamanya Pemkot Palu guna mendukung pelaksanaan program sekolah terbuka. Sebab dukungan tersebut, diangapnya sangat penting dan bermakna.

“Kami berharap dari pemkot juga bisa lebih mendukung lagi,” terangnya.

Selama ini tutur dia, pihaknya dalam pelaksanaan proses belajar mengajar khususnya pendanaan bagi siswa sekolah terbuka, kesemuanya berasal dari Batuan Operasional Sekolah (BOS).

Meskipun begitu, selain dana yang sangat diharapkan dalam meningkatkan pendidikan, tentunya peran dari keluarga di rumah dalam membina anak putus sekolah sangat diperlukan.

Pasalnya, dengan jam belajar dalam seminggu hanya tiga kali pertemuan untuk sekolah terbuka, tentunya sangat tidak begitu maksimal.

Hanya saja, menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun ini, Lainsan Optimis anak didik di sekolah terbuka binaanya, yang tahun ini berjumlah 59 orang di kelas tiga dapat memperoleh hasil yang maksimal.

“Kami optmis pak, untuk 59 orang siswa kelas tiga di sekolah terbuka tahun ini, dapat memperoleh hasil yang maksimal,” tutupnya. (Tri)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top