Sulawesi Selatan

Puluhan Orang Tua Siswa Kecam Aksi Penganiayaan di SMA Toraja Utara

Orang Tua siswa yang menjadi korban aksi premanisme di SMA Barana, Toraja Utara, Sulsel datang mengadukan (belum melapor secara resmi hanya mengadu) aksi premanisme yang menimpah puluhan siswa kelas 2 SMA Barana, Senin (13/3/2017).

TORAJA UTARA, KabarSelebes.com – Puluhan orang tua siswa megecam aksi premanisme di SMA Barana, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Pihak sekolah dianggap lalai dalam mengawasi siswa.

Aksi premanisme yang dilakukan oleh sejumlah pelajar kelas 3 di SMA Barana itu, dianggap sudah menginjak injak nilai pendidikan. Pasalnya dimana sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimbah ilmu malah menjadi tempat ptaktek premanisme.

“Bayangkan pak, anak kami di keroyok 32 orang seniornya, mereka sekap, pintu di kunci dan mereka beramai-ramai melakukan pemukulan. Tentu saja anak kami mukanya memar-memar akibat pukulan keras. Ini sungguh mental yang bobrok,” ungkap salah satu orang tua siswa, Martinus, R, senin (13/3/2017).

BACA JUGA :

Tragis, Puluhan Siswa di SMA Toraja Utara Disekap dan Dianiaya Seniornya

Anggota DPRD Toraja Utara Minta Pelaku Penganiayaan di SMA Barana Diberi Sanksi Tegas

Pihak Sekolah Akan Berhentikan Siswa Pelaku Penganiayaan di SMA Toraja Utara

 

Seharusnya pihak sekolah SMA Barana harus tegas dalam menyikapi aksi kekerasan ini jangan terkesan ada pembiaran dan menganggap ini hal biasa. Dan harus membenahi system pendidikan karakter di para siswa pelajar.

“Kami meminta Aksi premanisme ini harus sesegera mungkin ditindaki, agar tidak kembali terjadi lagi pada anak-anak kami.” tegas salah satu orang tua korban itu.

Terpisah, Johannis Lobong orang tua siswa asal mamasa yang anaknya ikut mengeroyok dikarenakan rasa solidaritas terhadap teman kelasnya sehingga ikut melakukan tindakan kekerasan tersebut, sangat menyesalkan dan berharap aksi ini ditindak sesuai aturan yang ada di sekolah.

“Kami sebagai orang tua berharap anak kami ditindak untuk dididik sesuai mekanisme, mengingat sudah kelas tiga yang sesaat lagi akan memasuki ujian kelulusan, takutnya mentalnya nanti akan arogan lagi,” harap Johanis. (Jufri)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top