Kota Palu

Pertama di Sulteng, SMAN 4 Palu Punya Laboratoirum Seni dan film

Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Dr. Ir Restu Gunawan saat membuka peresmian laboratorium seni dan film di SMU N 4 Palu. (Tri Novian/KabarSelebes.com)

PALU, KabarSelebes.com – Belum banyak yang tahu jika saat ini telah diresmikan penggunaan laboratorium Seni dan Film pertama di wilayah Sulawesi Tengah.

Laboratorium Seni dan film itu diresmikan Bidang Kesenian Direktorat Jendral (Ditjen) Kebudayaan RI Sabtu (11/3/2017) di SMU Negeri 4 Palu.

Kepala SMU N 4 Palu Syam Zaini menyambut baik penggunaan dari laboratorium tersebut, karena selama ini pihaknya selalu menantikan kapan penggunaan dari pusat pengembangan seni dan Film tersebut akan dimulakan.

Adanya laboratorium itu menurut Syam Zaini bisa memacu kreatifitas setiap siswa yang memang senang dengan dunia seni dan Film.

“Jadi sistem pembelajaran seni di SMUN 4 Palu, selama ini hanya fokus dengan empat aspek kesenian yaitu seni tari, Teater, Rupa dan menyanyi,” ungkap Syam Zaini.

Kemungkinan, dengan adanya tambahan sarana yang dimaksud, Zaini optimistis perkembangan seni Film di Sulteng khususnya di Kota Palu akan semakin baik.

Menyambung hal itu, direktur Kesenian Ditjen Kebudayan Dr. Restu Gunawan M.Hum mengatakan, total pembangunan sarana laboratorium Seni dan Film yang saat ini lebih diutamakan di tingkat SMU sederajat.

Saat ini pembangunanya di seluruh wilayah Indoensia, baru mencapai 43 sekolah. Jumlah tersebut kata dia, kemungkinan di tahun mendatang akan ditambah  di lima sekolah lainnya.

“Jadi selama ini baru 43 sekolah di Indonesia yang memiliki laboratorium seni dan Film, kemungkinan tahun depan akan ditambah di lima sekolah lainnya,” sebut Restu Gunawan.

Lebih lanjut jelas Restu, tingginya peluang pasar di bidang film turut menjadi indikator Ditjen kebudayaan membangun sarana tersebut.

Kedepan, kemajuan media baru bukan hanya film, tapi juga seni laser maupun video mapping kemungkinan akan semakin berkembang.

“Kenapa laboratorium Seni dan Film yang dibangun ditjen Kebudayaan, itu karena pangsa pasarnya kedepan untuk seni film sangat menjanjikan,” terangnya.

Kenapa harus di Sulteng? Kata Restu selain Sulawesi Selatan dan Manado, Sulteng dinilai sebagai daerah yang dianggap menjanjikan serta cukup kuat menjadi tempat berkembangnya industri media baru.

“Bagi generasi muda utamanya siswa untuk betul-betul memanfaatkan sarana yang telah diresmikan, agar kedepan niatan awal ditjen kebudayaan untuk menjadikan Sulteng sebagai pusat perkembangan media baru dapat ikut  terwujud,” kata Restu.(Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top