Sulawesi Tengah

Pengamat Ini Sebut Upaya Deradikalisasi BNPT Belum Optimal

Pengamat Teroris, Dr. Muhammad Khairil S.Ag, M.Si. (Tri Novian/KabarSelebes.com)

Palu, KabarSelebes.com – Tertangkapnya 9 terduga teroris di dua daerah di Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Parigi Moutong dan Tolitoli, mengindikasikan upaya deradikalisasi yang selama ini dilakukan pihak Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT) belum optimal.

Pengamat Terorisme dari Universitas Tadulako Dr. Muhammmad Khairil S.Ag, M.Si mengatakan, dengan tertangkapnya kelompok baru terduga terorisme beberapa waktu lalu, menunjukkan adanya regenerasi yang terjadi di kubu kelompok teror yang mengatasnamakan jihad tersebut.

“Dengan tertangkapnya kelompok baru terduga terorisme, menunjukkan regenerasi dari kelompok ini terus muncul,” ujarnya belum lama ini.

Khairil menyebut, sekalipun pihak BNPT telah bekerja secara maksimal untuk mewujudkan deradikalisasi khususnya bagi kaum muda baik dengan cara menggandeng para mantan terorisme lain melalui pendekatan ekonomi atau pekerjaan, namun menurutnya yang perlu dilakukan ialah dengan mengurangi pendekatan secara militeristik yang selama ini digunakan untuk menindak para pelaku yang terduga pelaku terorisme.

“Sesungguhnya upaya yang dilakukan BNPT dengan mengandeng para kombatan sebelummya baik melalui ekonomi maupun pekerjaan. Namun hal yang paling penting, adalah mengurangi pendekatan secara militeristik,” sebutnya.

Dikatakanya juga, dengan mengetahui kelompok baru yang tertangkap umumnya kelompok di usia muda atau produktif, dianggap Khairil hal ini sepatutunya harus lebih diwaspadai. Pasalnya, dengan umur yang masih belia, kaum muda dengan kisaran usia produktif dianggap sangat ideal untuk direkrut dan dijadikan sebagai pelaku tindak terorisme.

Saat disinggung apakah kehadirian kelompok baru ini kemungkinan dapat berkembang seperti halnya Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dirinya tidak berani berspekulasi. Hanya saja, Khairil berharap kehadiran kelompok yag diperkirakan baru seumur jagung tersebut kedepan tidak sampai menjadi kelompok yang besar, bahkan berafilisasi dengan ISIS.

Meskipun dibanyak kesempatan, sejumlah analis memperkirakan telah banyak kelompok teror yang ada di Indonesia berafiliasi dengan ISIS.

“Saya berharap kehadiranya kelompok baru ini tidak saperti halnya menajdi kelompok Santoso CS. Karena bagaimanapun yang diharapkan tentunya terus dalam keadaan damai,” tutupnya.

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top