Musim Haji

Pambuatan Paspor Haji Sudah Dibuka, Imigrasi Palu Fokus Layani 7 Kabupaten

ILUSTRASI

PALU, KabarSelebes.com – Jelang pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2017, Kantor Imigrasi Palu mulai membuka pendaftaran bagi calon jemaah haji asal Sulawesi Tengah.

Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kelas 1 Palu, selaku penanggung jawab pembuatan paspor haji untuk wilayah Kota Palu Martson H. Sihaloho S.Kom mengatakan, pengurusan paspor haji sesunguhnya telah dimulai sejak tanggal 23 Februari yang lalu. Terhitung sejak saat itu sampai masuk di minggu pertama bulan Maret, sesuai jadwal yang ada 2 kabupaten yaitu Sigi dan Parigi Moutong telah selesai melakukan pembuatan paspor.

Namun sebelumnya, untuk imigrasi Palu dalam melayani pembuatan paspor haji fokus untuk 7 kabupaten dan kota di Sulteng.

“Jadi yang masuk wilayah imigrasi Palu dalam kepengurusan Paspor Haji ada 7 kabupaten dan kota di Sulteng pak,” ujarv Martson, Kamis(2/3/2017).

Adapun 7 kabupaten dan kota yang dimaksud meliputi Sigi, Parimo, Donggala, Buol, Tolitoli, Poso dan Kota Palu.

Terkait daerah yang belum terakomodir imigrasi Palu dalam pembuatan paspor, sesuai jadwal yang ada kemungkinan akan selesai di akhir bulan maret mendatang.

Hal ini dilihat dari jadwal pelaksanaanya yaitu kabupaten Sigi dari tanggal 23-24 Februari, Parimo 27-28 Februari, Donggala 8-10 Maret, Buol danTolitoli 13-17 Maret, Poso 23-24 Maret dan Kota Palu 27-31 Maret.

Lebih lanjut Martson menjelaskan, meskipun telah terjadwal, dalam prakteknya apabila ada calon jemaah haji yang tidak dapat mengurus sesuai dengan waktu yang ditetapkan, pihaknya tetap akan melayani bersamaan dengan masyrakat lain yang ingin mengurus paspor umum.

“Kami menerima pak, apabila ada jemaah haji yang tidak dapat mengiktui jadwal yang ada, namun itu harus mengantri karena bersamaan dengan umum kan,” terangnya.

Martson menyarankan, bagi caon jemaah haji yang belum membuat paspor agar mempersiapakan berkasnya secara lengkap, seperti halnay Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), Buku Nikah.

“Dan yang paling penting surat rekomendasi dari masing-masing departeman agama di daerahnya,” tandasnya. (Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top