Ekonomi

OJK Sulteng Janji Pengembalian BPKB Nasabah Amanah Finance Tak Sampai Akhir Tahun

Kantor perusahaan pembiayaan Amanah Finance. (Tri Novian/KabarSelebes.com)

PALU, KabarSelebes.com – Sebagai lembaga pengawasan serta perlindungan bagi konsumen, khususnya di bidang sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, ikut memastikan pengembalian Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) yang dimiliki nasabah Amanah Finance.

Staf Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Wahyu mengatakan, adanya keterlambatan pengembalian BPKB utamanya bagi nasabah Amanah Finance, karena adanya permasalahan perdata antara pihak perbankan dengan perusahaan pembiayaan asal makassar tersebut.

“Saya ingin jelaskan, kenapa BPKB nasabah di perusahaan pembiayaan Amanah Finance lambat atau tertahan. Itu karena adanya masalah perdata antara Amanah Finance dengan pihak perbankan. Sehingga, membuat jaminan seperti halnya BPKB para nasabah menjadi tertahan,” ungkap Wahyu beberapa waktu lalu.

Menindaklanjuti hal itu, OJK Sulteng sampai saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Direktorat Industri Keuangan non Bank Syariah yang berkantor di Jakarta, agar segera mungkin dapat membantu pengembalian hak utamanya BPKB milik para nasabah Amanah Finance.

Meskipun tidak membeberkan tenggak waktu, hanya saja diperkirakanya tidak sampai akhir tahun pengembalian BPKB utamanya milik nasabah yang tertahan dapat segera terselesaikan.

“Kami tidak bisa kasih tahu tenggak waktu sampai kapan masalah pengembalian selesai. Namun, kami perkirakan tidak sampai akhir tahun jaminan berupa BPKB milik nasabah Amanah Finance dapat dikembalikan,” ugkapnya.

Karena masalah ini, disarankan OJK Sulteng utamanya bagi masyarakat Sulteng untuk tidak langsung percaya kepada setiap perusahaan pembiayaan.

Diharapkanya, untuk dapat mengecek serta melihat kredibilitas setiap perusahaan pembiayaan yang diinginkan. Baik kepada dinas terkait, seperti halnya OJK Sulteng.

“Karena kasus ini juga, kami menyarankan masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa perusahaan pembiayaan, untuk mengecek serta melihat perusahaan pembiayaan yang dimaksud. Agar menghindari kasus yang sama terjadi,” harapnya. (Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top