Sulawesi Barat

Memprihatinkan, Kemenhub Siap Benahi Terminal Bandara Mamuju

Bandara Tanpa Pandang Mamuju.(Foto: Dok Punyacahaya.blogspot.com)

MAMUJU, KabarSelebes.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membenahi pembangunan Terminal Bandara Tampapadang Kabupaten Mamuju untuk meningkatkan pelayanan transportasi udara di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

“Kondisi Terminal Bandara Mamuju telah dinilai oleh Kementerian Perhubungan saat ini sangat memprihatinkan, sehingga ke depan akan dibenahi segala kekurangannya,” kata Penjabat Gubernur Sulbar Carlo Brix Tewu di Mamuju, Selasa (7/3/2017).

Sebelumnya, pada Senin (6/3) Penjabat Gubernur Sulbar Carlo Brix Tewu mendampingi Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso saat meninjau Pelabuhan Belang Belang Mamuju.

Carlo mengatakan, dirinya sebagai pemimpin di Sulbar akan berupaya memperjuangkan peningkatan fasilitas Bandara Mamuju, apalagi pihak Kementerian Perhubungan telah berjanji membantu meningkatkan fasilitas bandara tersebut.

Menurut dia, Kementerian Perhubungan akan membangun koneksitas antardaerah, dan dibutuhkan dukungan sarana transportasi yang memadai, sehingga sepakat untuk membenahi kekurangan fasilitas di Terminal Bandara Mamuju.

Kalau Bandara Mamuju dapat beroperasi secara maksimal, kata dia, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah itu karena akan mendorong investasi segala komoditas yang ada di Sulbar.

Carlo mengatakan Sulbar memiliki komoditas andalan yang dapat memacu ekonomi daerah seperti kakao yang dapat mendorong tumbuhnya investasi, sehingga harus terus dikembangkan.

Bandara Tampapadang Mamuju memiliki panjang landasan pacu sekitar 2.500 meter dan saat ini telah didarati pesawat berbadan basar seperti milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airlines.

Jumlah arus penumpang di Bandara Tampapadang Mamuju terus meningkat dari tahun 2012 sekitar 25.752 orang meningkat menjadi 39.403 orang tahun 2015, sementara kegiatan bongkar muat barang juga meningkat dari sekitar 125.692 ton pada 2012 menjadi sekitar 233.244 ton di tahun 2015. [Antara]

Sumber: suara.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top