Kesehatan

Kabar Baik, Olahraga Bisa Redakan Efek Samping Kemoterapi Kanker

Ilustrasi (Shutterstock)

BERJALAN atau jogging tiga kali dalam seminggu selama 50 menit atau lima kali seminggu selama 30 menit dapat membantu pasien kanker gastrointenstinal lanjutan untuk mengatasi efek samping kemoterapi.

Efek samping dari kemoterapi menimbulkan sensasi, lemah, kelelahan, infeksi, atau diare berat. Keluhan yang timbul menyebabkan pasien enggan melanjutkan program penyembuhannya.

Temuan menunjukkan, olahraga dapat meningkatkan massa otot, serta melatih keseimbangan, kecepatan berjalan, dan menguatkan otot kaki.

Olahraga juga membantu mengurangi toksisitas akibat yang dihasilkan kemoterapi.

“Hal ini penting karena efek toksik kemoterapi sering kali membuat pasien menghentikan kemoterapi dan dokter harus mengurangi dosis kemo,” ungkap Katrin Stucher, mahasiswa doktoral di Universitas Goethe Frankfurt di Jerman.

Pasien yang mencoba diri untuk berolahraga selama pengobatan kanker berlangung, mampu mentolerir kemoterapi lebih baik.

Olahraga, menjadi alternatif yang baik untuk mentolerir keluhan akibat kemoterapi.

“Kami percaya bahwa cara ini dapat menawarkan pasien mengurangi ‘kesengsaraan’ kala menjalani kemoterapi,” tukas Stucher. Demikian dilansir dari laman Thehealthsite, Rabu (15/3/2017).

Sumber : Okezone.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top