Lifestyle

Harapan Besar Penyandang Tuna Rungu di Palu

Salah satu anak berkebtuuhan khusus yang tampil saat launching pendidikan inklusi. (Tri Novian/KabarSelebes.com)

PALU, KabarSelebes.com – Sepertinya perlakuan diskriminatif terhadap kaum disabilitas sampai saat ini masih terus melekat. Sadar atau tidak, hal itu tecermin dari banyaknya sarana dan prasarana umum khususnya di Kota Palu yang sampai hari ini terkesan belum ramah terhadap kaum disabilitas.

Bukan hanya itu, di sektor lapangan kerja sendiri, sampai hari ini masih belum banyak perusahaan khususnya swasta yang berminat menggunakan jasa mereka. Meskipun, di sejumlah SKPD khususnya di pemerintah baik kota maupun provinsi di Sulawesi Tengah sudah ada beberapa penyandang disabilitas yang dipekerjakan.

Karena hal itu, Ketua Komunitas Tuna Rungu Kota Palu, Yassin Ali Hadu berharap, kedepan pemerintah baik tingkat Kota Palu maupun Provinsi Sulawesi Tengah agar dapat memperhatikan hal ini, guna membangun kesejahteraan dari kaum disabilitas terlebih yang ada di Sulteng.

“Kami berharap pemerintah bisa mengakomodir kebutuhan akan pekerjaan oleh kaum disabilitas seperti kami ini,” ungkapnya belum lama ini.

Jelas Yassin, dirinya sendiri diakuinya sedikit memiliki keterbatasan dalam pendengaran, oleh sejumlah pihak sampai hari ini kerap kali ditolak untuk bekerja di beberapa perusahaan. Meskipun begitu, melalui Komunitas yang dibentuknya sejak tahun 2009 ini, dirinya bersama penyandang disabilitas yang lain berusaha tidak berpangku tangan terhadap nasib yang ada.

Dijelaskanya, melalui Komunitas tuna runggu ini juga, telah beberapa kali dibuat sejumlah program pemberdayaan kaum disabilitas. Salah satunya dengan membuka jasa bersih-bersih bagi siapa saja yang tidak sempat atau malas membersihkan rumah maupun kantornya. Nantinya, yang bekerja merupakan anggota dari komunitas tuna rungu.

Bahkan, bukan hanya kantor, jasa yang ditawarkan juga untuk membersihkan gudang, drainase serta ruang terbuka hijau (RTH). “Kalau ada yang ingin pesan jasa bersih-bersih rumah, gudang, drainase kami bisa pak, langsung SMS atau datang ke kantor kami sekretariat kamunitas tuna runggu jalan Brigjen Katamso,” ujarnya.

Meskipun tidak terlalu membantu secara menyeluruh kepada setiap kaum disabilitas, diakuinya melalui jasa bersih-bersih yang ditawarkan setidaknya dapat memberikan sedikit tambahan ekonomi bagi komunitas dan bagi setiap anggota.

Diungkapkanya juga, dari 100 orang yang tercatat sebagai anggota dalam komunitasnya, baru 20 persen bekerja sedangkan hampir 80 persen masih menggangur.

Terkait anggota, dikatakan hampir keseluruhan merupakan alumni dari setiap sekolah berkebutuhan khusus atau yang biasa dikenal sekolah luar biasa (SLB) yang ada di kota Palu. (Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top