Sulawesi Tengah

Gubernur Longki: Dinas Penanaman Modal Jangan Kejar Tatget PAD

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal se-Sulawesi Tengah yang digelar di Hotel Esterella, Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa malam (14/3/2017). (Foto : Moechtar Mahyudin)

BANGGAI, KabarSelebes.com – Dinas Penanaman  Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, jangan mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melainkan perbaikan iklim investasi dan pertumbuhan investasi daerah yang harus dijadikan target utama.

Penegasan tersebut dikemukakan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dalam acara pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal se-Sulawesi Tengah yang digelar di Hotel Esterella, Luwuk, Selasa malam (14/3/2017).

Gubernur Longki mengingatkan, menyangkut upaya peningkatan investasi di daerah, Dinas PM-PTSP harus lebih mengedepankan capaian keuntungan jangka panjang dari investasi yang terlaksana di daerah. Hal itu harus dicapai dengan memberi kemudahan dan pelayanan maksimal kepada pihak swasta yang berencana berinvestasi di daerah.

“Jadi yang dijadikan target adalah investasi. Jangan hanya mengejar target PAD justru membuat proses birokrasi penanaman modal jadi berbelit-belit dan sangat membebani para calon investor. Ingat yang ditarget adalah keuntungan ekonomi jangka panjang, yakni investasi bisnis,” kata Gubernur Longki mengingatkan.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulteng hendaknya secara bersama-sama membangun image bahwa Sulteng adalah daerah yang paling ramah dan menguntungkan untuk berinvestasi di bidang apapun. Sehingga tercipta kepastian dan kenyamanan berinvestasi bagi pihak swasta yang ingin mengembangkan bisnisnya di daerah ini.

“Tidak boleh ada kesan bahwa Pemda kabupaten/kota di Sulteng semena-mena menentukan syarat investasi yang ujung-ujungnya mempersulit proses investasi. Ini akan sangat merugikan daerah. Ayo bersama-sama kita bagun image positif tentang kenyamanan dan kepastian bagi para investor,” kata Gubernur Longki mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas PM-PTSP Sulteng, Christin Shandra Tobondo menjelaskan, penyeragaman standar pelayanan penanaman modal maupun perizinan investasi di seluruh kabupaten/kota di Sulteng menjadi target utama yang akan dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pelaksana Penanaman Modal se-Sulteng tahun 2017.

Menurut Shandra Tobondo untuk peningkatan investasi daerah, dibutuhkan sinergitas pola pelayanan penanaman modal mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga tingkat kabupaten/kota.

“Sinergitas itu akan dimulai dengan penyeragaman standar pelayanan di seluruh kabupaten/kota se-Sulteng,” katanya.

Ia menambahkan, Pemprov Sulteng di bawah kepemimpinan Gubernur Longki Djanggola, terus mengupayakan kemudahan investasi bisnis di Sulteng. Terutama kemudahan regulasi atau pengurusan perizinan usaha pada tahap awal investasi.

Penyeragaman standar penanaman modal tersebut dengan hanya menggunakan lima starting poin perizinan sebagai syarat awal investasi di Sulteng. Yakni Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perdagangan, HO (Hinderordonnantie) atau yang sering disebut Surat izin gangguan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Lokasi.

“Standar ini akan memudahkan para investor menanamkan modalnya di 13 kabupaten/kota di Sulteng,” kata Shandra Tobondo.

Bupati Banggai, Herwin Yatim dalam sambutannya pada acara pembukaan Rakor Penanaman Modal se-Sulteng menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan Gubernur Sulteng yang memilih Kabupaten Banggai sebagai tempat pelaksanaan Rakor yang diikuti Pemda dari 13 kabupaten/kota se Sulteng.

Sekain itu, Bupati Herwin Yatim menyatakan bahwa Pemda Banggai sangat mendukung kebijakan Gubernur Sulteng terkait penyerahan kewenangan perizinan kepada Dinas Penanaman Modal.

“Kami segera membuat regulasi penyerahan sebagian kewenangan perizinan kepada Dinas Penanaman Modal. Bahkan kami akan menyerahkan kewenangan perizinan tertentu kepada pemerintah kecamatan. Ini untuk memudahkan proses perizinan di daerah,” ujar Bupati Herwin Yatim.

Rakor Penanaman Modal se-Sulteng akan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (14-16/3/2017. Kegiatan ini diikuti oleh sekira 150 peserta baik dari DPM-PTSP kabupaten/kota se-Sulteng serta para pelaku bisnis.(OTR)

Tabel Infogeafis

Target Investasi Kabupaten/Kota Tahun 2017

1. Kabupaten Banggai Laut Rp1 Miliar.
2. Kabupaten Sigi Rp35 Miliar.
3. Kabupaten Banggai Rp399,88 Miliar.
4. Kabupaten Buol Rp5,80 Miliar.
5. Kabupaten Donggala Rp44,61 Miliar.
6. Kabupaten Morowali Rp9,357,63 Triliun.
7. Kabupaten Morowali Utara Rp4,739,97 Triliun.
8. Kabupaten Parigi Moutong Rp324,70 Miliar.
9. Kabupaten Poso Rp938,80 Miliar.
10. Kabupaten Tojo Una-una Rp60,34 Miliar.
11. Kabupaten Tolitoli Rp42,05 Miliar.
12. Kabupaten Banggai Kepulauan Rp20,96 Miliar.
13. Kota Palu Rp5,029,26 Triliun.

Sumber : DPM-PTSP Provinsi Sulawesi Tengah

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top