News

Dapat Perhatian Luas, Jenazah Manda Wartawati Palu Ekspres akan Diterbangkan ke Manggarai

Maria Amanda (Facebook/M Sobirin)

PALU, KabarSelebes.com – Kabar meninggalnya wartawati harian Palu Ekspress Maria Yeane Agustiati (34), Jumat (17/3/2017), sontak membuat akun media sosial beliau ramai dengan ucapan bela sungkawa dari semua pihak.

Pantauan KabarSelebes.com, tak kenal derajat dan profesi siapapun dia, akun facebook milik Manda dengan nama Maria Sandipu, terlihat dipenuhi harapan serta doa agar arwah almarhum diterima dan memiliki tempat di sisiNYA.

Terlihat, sejumlah ucapan dan bela sungkawa yang masuk di beranda rumah milik kerabat Manda bernama Michael Haden di Jalan Tg Manimbaya IV, tidak putus-putusnya disampaikan oleh semua elemen masyarakat. Baik yang berasal dari rekan kerja, pejabat, hingga mantan tetanga kos dari Ibu satu orang anak ini.

Dikutip dari salah  satu pemilik akun sosial media di facebook atas nama Merti Pakaya, dirinya yang juga merupakan mantan tetangga kos dari Manda,  mengaku cukup terkejut mendengar kabar meninggalya orang yang selama ini dianggapnya juga menjadi seorang kakak. Dikarenakan, belum lama ini Manda ikut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun bagi dirinya.

Bahkan dia mengaku, seringkali sosok Manda menjadi tempat curhat apabila dirinya sedang mengalami masalah, baik itu pribadi maupun keluarga.

Bahkan, karena sejumlah solusi yang diberikan Manda lah, sejumlah persoalan yang dihadapinya, yang terkadang serasa berat di matanya, perlahan – lahan dapat dicarikan jalan keluarnya.

“Saya dapat kabar meninggalnya tetangga kosku yang baek, tempat curhat tempat dimana saya dapat solusi setiap ada masalah,” Ungkap Merti Pakaya Jumat (17/3/2017).

Bukan hanya itu, Yardi Hasan melalui tulisannya dengan judul “Inilah Ungkapan Terakhir Manda” ikut menceritakan detik-detik terahir pertemuan dirinya dengan beliau yang juga redaktur di harian Palu Ekspres.

Yardin menceritakan, mulai dari sehari jelang meninggalnya Manda, hingga rencana untuk peliputan pada hari Jumat ini. Dalam tulisan itu juga, meskipun semuanya, tidak berakhir seperti apa yang sebelumnya telah direncanakan.

Pada akhirnya, dirinya mengatakan diakhir tulisanya, selamat jalan kepada kawan yang selama ini dianggapnya menjadi sosok inspirasi.

Serta mengharapkan kedepan, tidak ada lagi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di lingkungan keluarga lainnya.

“Stop Kekerasan dalam Rumah tangga” tutupnya.

Hal ini menjadi wajar disampaikanya, karena salah satu dugaan kuat penyebab meninggalnya Manda, akibat adanya praktek kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Jenazah Manda sendiri rencananya akan diterbangkan ke kampung halamannya di Ruteng Kecamatan Manggarai NTT melalui Labuan Bajo. Saat ini jenazah Manda masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Tanjung Manimbaya IV Palu Selatan.(Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top