Parigi Moutong

Babat Pohon Pelindung di Taman Toraranga, DPLH Parimo Langsung Dapat Sorotan

Tampak kondisi Taman Toraranga Parigi usai dilakukan pembabatan pohon pelindung yang dilakukan oleh DPLH Kabupaten Parimo. (FOTO : Roy Lasakka/KabarSelebes)

PARIGI MOUTONG, KabarSelebes – Akibat membabat pohon pelindung di Taman Toraranga Parigi, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) langsung mendapat sorotan, Selasa (7/3/2017).

Pasalnya, kawasan yang awalnya ramai dengan aktifitas warga dan pelajar karena rindang dengan pohon pelindung, akibat pembabatan itu lokasi tersebut tidak indah lagi.

Bahkan, sisa-sisa pembabatan pohon pelindung tersebut terlihat berhamburan dan menimbulkan kesan kotor di lokasi Taman Toraranga Parigi.

Menurut Ridwan B. Saenumi selaku Sekretaris Lembaga Pecinta Alam dan Petualangan (LPAP) El Capitan Indonesia, seharusnya pihak DPLH tidak membabat pohon pelindung tersebut.

Selain memberikan dampak keindahan dan kelestarian lingkungan kata dia, deretan pohon pelindung di lokasi tersebut dapat pula memberikan manfaat bagi aktifitas warga dan pelajar.

Hal itu kata dia, tentunya akan menimbulkan persepsi warga khususnya pemerhati lingkungan bahwa program Pemerintah Daerah (Pemda) tentang Go Green atau upaya mencegah terjadinya Global Worming tidak terkonsep dengan baik.

“Jika ingin menambah atau merubah model pembangunan Taman Toraranga Parigi tidak harus menebang pohon yang tumbuhnya sangat lama. Sayang sekali, pohon pelindung yang ditanam dan tumbuh dengan waktu yang begitu lama hanya dengan sekejap habis karena dibabat. Apalagi, yang melakukan pembabatan merupakan instansi Pemerintah Daerah (Pemda), yang banyak membuat program berkaitan dengan lingkungan,” ujar Ridwan kepada KabarSelebes.com.

Dikonfirmasi terkait pembabatan pohon pelindung di lokasi Taman Toraranga Parigi, Efendi Batjo selaku Kepala DPLH Kabupaten Parimo sedang berada di luar kota.

Begitu pula dengan Agus Salim selaku Sekretaris DPLH Kabupaten Parimo yang hendak dikonfirmasi terkait hal itu, juga tidak berada di tempat.

Ketika hendak dihubungi melalui telfon genggamnya, Agus Salim pun enggan menerima panggilan. (Roy Lasakka)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top