Sulawesi Selatan

Anggota DPRD Toraja Utara Minta Pelaku Penganiayaan di SMA Barana Diberi Sanksi Tegas

Wakil Ketua Komisi I DPRD Torut Bidangi Pendidikan, Agustinus Parrangan.

TORAJA UTARA, KabarSelebes.com – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Toraja Utara, Agustinus Parrangan, menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di SMA Kristen Barana, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Ia meminta, agar aparat penegak hukum mengusut tuntas aksi kekerasan yang terjadi di salah satu SMA unggulan itu.

Aksi kekerasan yang terjadi pada Jumat, 10 Maret 2017 malam dalam Asrama Putra di lingkungan SMA Barana yang mengakibatkan sekitar puluhan siswa kelas dua mengalami luka memar, hidung berdarah, hingga salah satu korban siswa harus melakukan CT SCAN ke Makassar.

“Saya sangat menyesalkan hal ini, kekerasan senior terhadap junior di sekokah tidak bisa di tolerir. Sebab, sekolah adalah lembaga pendidikan yang berdaulat dan bermartabat dan tujuan pendidikan adalah proses dimana siswa dibentuk dengan tujuan menjadikan siswa memiliki akhlak mulia juga moralitas yang tinggi, cerdas dan trampil,” ujar Agustinus Parrangan, Selasa (14/3/2017).

BACA JUGA:

Tragis, Puluhan Siswa di SMA Toraja Utara Disekap dan Dianiaya Seniornya

Puluhan Orang Tua Siswa Kecam Aksi Penganiayaan di SMA Toraja Utara

Pihak Sekolah Akan Berhentikan Siswa Pelaku Penganiayaan di SMA Toraja Utara

Agustinus juga menambahkan bahwa, untuk menghentikan tradisi kekerasan seperti itu terulang kembali, sekolah harus memberi sanksi tegas agar memberi efek jera dengan mengembalikan pada orang tuanya atau pun langkah-langkah preventif lainnya meskipun hati nurani seorang guru akan sulit melakukan hal tersebut.

“Sekaligus Dinas Pendidikan Toraja Utara, harus aktif memberikan sosialisasi dan punishment kepada pihak sekolah yang sekiranya masih ditemukan aksi kekerasan di sekolahnya,” tegas Agustinus.

Tidak hanya itu, Agustinus Parrangan meminta penegak hukum untuk memgusut dan menuntaskan masalah aksi kekerasan tersebut.

“Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas dan transparan aksi kekerasan tersebut, termasuk dugaan pembiaran atas aksi yang dialami sejumlah siswa tersebut,” tandas Agustinus. (Jufri)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top