Hukum

6 Spesialis Pencuri Antar Daerah Dibekuk Polisi di Parimo, Dua Diantaranya Warga Bantaya

Ke enam pelaku yang merupakan spesialis pencuri antar daerah bersama barang bukti saat ekspose kasus di halaman Mapolres Parimo. (Roy Lasakka/KabarSelebes)

PARIGI MOUTONG, KabarSelebes.com – Sebanyak enam orang pelaku pencurian mesin trektor antar daerah dibekuk Kepolisian Resort (Polres) Parimo. Diantara enam pelaku tersebut, dua diantaranya ternyata warga Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi yang berinisial AL (19) dan AW (39).

Sedangkan empat orang pelaku lainnya, yakni berinisial HN (32) warga Desa Kombo Kecamatan Dampal Kabupaten Donggala, RN (28) warga Desa Siwalempu Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, SN (48) warga Desa Balukang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala dan AS (45) warga Desa Bou Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala.

Kapolres Parimo melalui Kasat Reskrim, Iptu Felix A. Saudale saat menggelar ekspose kasus, Rabu (8/3) mengatakan, ke enam pelaku tersebut merupakan spesialis pencuri mesin trektor antar daerah. Pasalnya, beberapa barang bukti diamankan dari Kabupaten Parimo, Poso dan Donggala.

Penangkapan ke enam pelaku tersebut kata dia, berawal dari laporan warga yang menjadi korban pencurian mesin penyedot pasir di Desa Masari Kecamatan Parigi Selatan. Kemudian, pihaknya berhasil membekuk tiga orang pelaku, yakni HN yang berperan sebagai otak pencurian, AL (19) dan AW (39).

Dari keterangan ke tiga tersangka yang berhasil dibekuk lebih dulu, hanya berselang 19 jam pihaknya berhasil menangkap RN, SN dan AS di Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala.

“Dari keterangan para pelaku, HN yang merupakan otak pencurian melancarkan aksinya dibeberapa daerah di Sulteng. Sedangkan pelaku berinisial RN, SN, AS, AL dan AW bertugas berdasarkan perintah HN,” jelas Felix didampingi Kompol F. Tarigan selaku Kabag Ops Polres Parimo.

Ia mengatakan, saat ini ke enam pelaku telah ditahan di Mapolres Parimo bersama barang bukti berupa 11 unit mesin traktor merek Yanmar dan dua buah mesin penyedot pasir serta satu unit mobil pic up jenis Suzuki Cary bernomor polisi DD 8629 IR yang digunakan saat beraksi.

“Ke enam pelaku dikenakan Pasal 363 Ayat 1 ke-4 (e) dan 5 (e) KUHP Jo Pasal 65 KUHP Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tandasnya. (Roy Lasakka)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top