Poso

5 Bulan Dirawat di RS, Penderita Hidrosefalus di Poso Ini Meninggal Dunia

Stefanus Mareto, balita penderita hidrosefalus asal Desa Tangkura, Poso Pesisir Selatan, meninggal dunia, Selasa (7/3/2017).(Foto:Kompas.com)

POSO, KabarSelebes.com – Stefanus Mareto, balita laki-laki berusia 2 tahun 3 bulan yang menderita penyakit hidrosefalus di Poso, Sulawesi Tengah, meninggal dunia di RSU Anutapura, Palu, Selasa (7/3/2017) pada pukul 01.00 Wita.

Stefanus meninggal setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut selama 5 bulan sejak Oktober 2016.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga saat mendatangi rumah duka di Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, anak kedua dari pasangan Jemris Moreto (31) dan Isnawari Gogali (30) itu meninggal dunia akibat pembengkakan pada bagian lambung serta luka pada bagian kepala yang tidak kunjung sembuh setelah menjalani operasi selama dua kali.

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga selanjutnya langsung membawa pulang jenazah anak kedua dari dua bersaudara itu untuk disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) setempat, Rabu (7/3/2017).

Isnawari Gogali, ibu dari Stefanus Mareto, saat ditemui menuturkan, korban meninggal dunia setelah beberapa hari terakhir mengalami panas tinggi, perut kembung serta luka pada bagian belakang kepala.

Menurut dia, selama 5 bulan menjalani perawatan di RSU Kota Palu dengan biaya gratis, korban sempat mengalami perubahan ukuran diameter kepala dari yang sebelumnya 9,02 sentimeter ke 80 sentimeter.

“Meskipun kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Namun Tuhan berkehendak lain. Jemris Moreto akhirnya dipanggil, saya cuma bisa meneterkan air mata serta mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi turut membantu biaya perawatan selama di RSU,” ungkap Isnawari.

Sebelumnya diberitakan, Stefanus menderita penyakit hidrosefalus sejak lahir. Selama 1 tahun 8 bulan dia hanya dirawat di rumah oleh kedua orangtuanya akibat kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.

Pada Oktober 2016, korban di rujuk ke RSU Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan setelah pihak Pemda kabupaten Poso berserta sejumlah donatur secara sukarela ikut memberikan sumbangan dana.

Sumber: Kompas.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top