Sulawesi Selatan

Tragis, Puluhan Siswa di SMA Toraja Utara Disekap dan Dianiaya Seniornya

salah satu siswa yang jadi korban aksi tindakan kekerasan dari sejumlah seniornya.(Foto:Ist)

TORAJA UTARA, KabarSelebes.com – Lagi-lagi dunia pendidikan di Indonesia tercoreng dengan ulah sejumlah pelajar di SMA Barana, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Puluhan siswa kelas dua di sekolah tersebut disekap di salah satu ruangan asrama yang ada di lingkungan sekolah oleh kakak kelas mereka.

Mirisnya, selain menyekap adik kelasnya, para siswa kelas tiga SMA Barana tersebut juga melakukan aksi brutal.

Satu persatu siswa kelas dua itu disekap dan dipukul secara beramai ramai oleh para seniornya. Ironisnya aksi ini tak terpantau oleh pihak sekolah, lantaran saat peristiwa ini terjadi sejumlah guru sudah meninggalkan sekolah.

Puluhan siswa yang jadi korban tindak kekerasan tersebut ada yang mengalami luka memar akibat pukulan dan tendangan dari para senior mereka. Tidak hanya itu, aksi kekerjasan itu mengakibatkan beberapa siswa mengeluarkan darah dari hidung.

“Iya pak kami oleh senior kelas tiga, disekap dan dipukuli pak, saya sendiri dipukul di bagian wajah. Teman teman saya hingga ada yang sampai mengeluarkan darah dari hidung pak,” keluh M. Yosua, salah satu korban pemukulan, senin.

BACA JUGA :

Puluhan Orang Tua Siswa Kecam Aksi Penganiayaan di SMA Toraja Utara

Anggota DPRD Toraja Utara Minta Pelaku Penganiayaan di SMA Barana Diberi Sanksi Tegas

Pihak Sekolah Akan Berhentikan Siswa Pelaku Penganiayaan di SMA Toraja Utara

 

Tragisnya, pihak pengamanan sekolah terkesan membiarkan dan tidak melerai sejumlah siswa senior yang melakukan aksi premanisme tersebut.

Kejadian yang terjadi Jumat (10/3/2017) malam di asrama putra SMA Barana itu, membuat puluhan orang tua siswa yang anaknya menjadi korban tindak kekerasan dan penganiayaan mendatangi kantor SMA Barana, Senin (13/3/2017) siang.

Para orang tua siswa tersebut menuntut dan mencekam aksi kekerasan yang terjadi di SMA Barana yang merupakan sekolah unggulan di Toraja.

“Aksi kekerasan dan premanisme ini sudah sudah beberapa kali dan pihak sekolah seakan-akan menututupinya,” sesal Lulun B.P, orang tua siswa yang anaknya juga ikut menjadi korban.(Jufri Tonapa)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top