Tolitoli

Tak Puas Vonis Majelis Hakim, Korban Pengeroyokan Ini Mengamuk di Depan PN Tolitoli

Nampak Korban bernama Adriana sedang duduk dilantai, memprotes vonis majelis hakim kepada kedua terdakwa di PN Tolitoli. (Moh Sabran/KabarSelebes.com)

TOLITOLI, KabarSelebes.com – Korban bernama Adriana bersama salah satu familinya mengamuk dan histeris di depan Pengadilan Negeri (PN) Tolitoli.

Pasalnya, sang korban tidak menerima vonis yang diberikan majelis hakim yang diketua Joko Dwi Atmoko terkait perkara penganiayaan

kepada dua terdakwa bernama Fatma dan Sutama dengan hukuman delapan bulan percobaan sambil meneriakkan hukum bisa dibeli.

Adriana, korban yang histeris mengungkapkan, kejadian berawal dari sang suami bernama Aco yang melakukan perselingkuhan dengan seorang
oknum pegawai honorer di Kantor Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tolitoli, berinisial N.

Bukannya direspon, justru dirinya dikeroyok oleh kedua orang tua selingkuhan suaminya. Sehingga atas dasar tersebut, Adriana melaporkan
kejadian itu kepada pihak kepolisian, dan dilimpahkan ke Kejaksaan dan langsung di tindaklanjuti dan diproses pada tingkat Pengadilan Negeri
setempat.

Namun setelah mengikuti proses sidang, akhirnya majelis hakim memvonis kedua terdakwa dengan hukuman delapan bulan percobaan.

“Masa suami saya diambil, justru saya yang dipukul, berarti ini tidak adil ini berarti hukum bisa dibayar, dia bilang dia banyak uang, tidak semudah
itu kita dipenjara kita banyak uang, itu keluar bahasa dari salah satu anaknya yang kerja di Diknas,” ujar Adriana kesal, ketika ditemui
KabarSelebes.com, Selasa (21/2/2017).

Sementara itu, salah satu keluarga korban bernama Harmoni mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melakukan banding ke
tingkat pengadilan tinggi atas ketidakpuasan keluarga korban terkait kasus pengeroyokan yang dilakukan kedua terdakwa dan menyebabkan kuku
korban Adriana berdarah dan lecet.

“Kalau begini caranya kita akan lakukan banding, kalau tidak ada keadilan begini kita tidak puas, biar cuma terdakwa dipenjara satu bulan,”
keluhnya.

Menurut Harmoni, kedua terdakwa melenggang keluar menghirup udara bebas dengan melakukan aktifitas di luar berdagang hingga ke
Kabupaten Buol. Padahal kedua terdakwa tersebut masih menjalani tahanan rumah. Sehingga ketika sidang akan digelar barulah kedua terdakwa
hadir.(Moh Sabran)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top