Kesehatan

RSU Undata Palu Dapat Akreditasi Paripurna dari Kars

RSU Undata Palu (www.rsuundata.com)

PALU, KabarSelebes.com – Rumah sakit milik pemerintah provinsi Sulawesi Tengah yakni RSU Undata Palu akhirnya mendapatkan status akreditasi tingkat paripurna dari komite akreditasi rumah sakit (KARS) versi tahun 2012.

“Alhamdulillah lulus dengan paripurna atau bintang lima. Sertifikatnya diserahkan di Jakarta 16 Janurai 2017 lalu,” kata Direktur RSUP Undata dr. Reny Lamajido di Palu belum lama ini.

KARS merupakan lembaga resmi yang ditunjuk dan berwenang untuk melakukan survei verifikasi dan survei akreditasi, untuk selanjutnya memutuskan predikat akreditasi yang tepat untuk suatu Rumah Sakit.

Sebagai lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional dan nonstruktural, KARS bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan RI.

Rumah Sakit Umum Provinsi Undata Palu mendapatkan surat keputusan 7 November 2016 dan berakhir 6 November 2019, dengan status tingkat paripurna atau bintang lima.

Reny menjelaskan RSUP Undata telah diregistrasi sejak 22 Februari 1979. Undata berdiri di atas lahan sekitar lima hektare saat ini di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Dihimpun dari website http://kars.or.id, rumah sakit Undata menyediakan 17 tempat tidur VIP, 74 tempat tidur kelas 1, 35 tempat tidur kelas 2 dan 162 tempat tidur kelas 3, 3 tempat tidur di ICU, 20 tempat tidut bayi baru lahir, 10 tempat tidur di kamar bersalin, 5 di ruangan operasi dan 21 di ruangan isolasi.

RSUP ini memiliki 31 dokter umum, 32 dokter spesialis seperti bedah saraf, kulit dan kelamin, orhtopedi dan urologi. Kemudian 9 dokter gigi dengan 2 spesialis bedah mulut dan radiologi.

Reny mengakui masih ada beberapa kekurangan yang dimiliki RS Undata di antaranya jumlah dokter spesialis yang masih kurang, yang jumlahnya hanya satu setiap bidang.

“Kami berupaya untuk menyekolahkan dokter pada spesialis yang masih kurang, dan insya allah dua tahun akan datang mereka akan kembali,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan yakni pihaknya akan melakukan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit besar seperti RSU Sarjito Bandung dan RSU Wahidin Makassar serta Universitas Gadjah Mada.

Pihaknya akan meminta kepada pihak rumah sakit atau universitas untuk mendatangkan apakah residance senior atau dokter ahli yang ingin intensif selama satu tahun.

Sumber : Antarasulteng.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top