Sigi

Ratusan Warga Desa Lembantongoa Belum Miliki KTP

Ilustrasi E-KTP (Lintasberita-net)

SIGI, KabarSelebes.com – Sebanyak 350 warga yang bermukim di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah hingga kini belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronika.

Kepada Antara, Senin, sejumlah warga Dusun Tokelemu dan Desa Lembantongoa membenarkan banyak warga yang belum mengantongi KTP.

Padahal, kata Jafri, mereka sudah melakukan perekaman e-KTP sejak beberapa bulan lalu di tahun 2016. Namun hingga kini e-KTP belum juga diterbitkan oleh pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Sigi.

Ia mengatakan untuk mendapatkan e-KTP, pihak Desa Lembantongoa mengutip biaya administasi berkisar Rp20 ribu/orang.

Begitu pula halnya dengan Kartu Keluarga (KK) yang juga belum diterbitkan oleh instansi berwenang.

Hal senada juga disampaikan Tom, salah seorang warga Desa Lembantonga. Ia juga membenarkan hingga kini ada sekitar 350 warga desa itu yang sebelumnya sudah melakukan perekaman e-KTP, namun sampai sekarang ini belum juga diterbitkan oleh instansi berwenang.

Dia juga mengaku untuk perekemanan e-KTP, masyarakat diwajibkan untuk membayar sebesar Rp20 ribu/orang.

“Kewajiban itu sudah dibayar dan langsung diserahkan kepada pihak pemerintah desa setempat, namun sampai sekarang, E-KTP belum juga keluar,” katanya kesal.

Seorang tokoh masyarakat Desa Lembantongoa yang enggan disebut identitasnya membenarkan ada sebagian warga desa tersebut belum mengantongi e-KTP.

Padahal, kata tokoh masyarakat itu, khusus untuk perekaman e-KTP dan KK, tidak boleh dipungut biayanya. “Pak Bupati Sigi, Irwan Lapata saat berkunjung ke wilayah itu beberapa waktu lalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa KTP dan KK gratis,” katanya.

Tetapi kenyataannya, justru pihak Desa Lembantongoa mengutip biaya pengurusan e-KTP dan KK.

Sejumlah warga telah melaporkan hal tersebut ke kantor kecamatan, tetapi belum mendapat tanggapan serius. Masyarakat meminta tim sapu bersih (saber) pungli di daerah itu dan KPK untuk melakukan pengusutan karena hal itu merugikan masyarakat.

Kepala Desa Lembantonga yang dihubungi tidak berhasil dikonfirmasi.

Sumber : Antarasulteng.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top