Ekonomi

Ini Pengaduan Terbanyak di OJK Sulteng

Ilustrasi OJK

PALU, KabarSelebes.com – Sepanjang tahun 2016, terhitung dari Januari hingga Desember, sebanyak 204 pengaduan masuk di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cabang Sulawesi Tengah.

Staf Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulteng, wahyu mengatakan, dari 204 pengaduan tersebut, sebanyak 126 pengaduan merupakan permasalahan hutang piutang terkait perbankan.

Menurutnya, 126 pengaduan yang bersifat hutang piutang perbankan, berasal dari tiga jenis permasalahan. Mulai dari restrukturisasi (lelang jabatan) dengan 47 pengaduan, kredit dan permasalahan anggunan 47 pengaduan, serta keberatan penghitungan biaya mencapai 32 pengaduan.

“Jadi untuk tahun ini, dari total 204 pengaduan, sebanyak 126 pengaduan yang masuk di OJK bersifat hutang piutang,” ungkap wahyu, Jumat (24/2/2017).

Kata Wahyu, tingginya angka pengaduan hutang piutang, selain dikarenakan hampir 70 persen perbankan menguasai sektor jasa keuangan, jumlah nasabah yang banyak tentunya ikut andil banyaknya pelaporan mengenai masalah tersebut.

Bahkan ketidaktahuan dari masyarakat Sulteng, terkait hutang piutang terhadap perbankan itu dianggap OJK Sulteng ikut menjadi penyebab tingginya pengaduan, seperti halnya ketika ingin melakukan kredit terhadap sejumlah barang.

Banyak kasus yang ditemui OJK Sulteng, sebagian masyarakat tidak paham mengenai aturan perbankan. Misalnya, apabila barang yang diangsur macet dalam pembayaran, sesuai aturan perundang-undangan, perbankan berhak untuk menyita barang tersebut.

Namun di banyak kasus, masyarakat urung melakukan hal itu. Bahkan, tidak sedikit terjadi keributan kecil antara masyarakat dan perbankan apabila barang tersebut disita.

“Jadi banyak kasus yang kita tangani, umumnya masyarakat tidak paham dengan aturan masyarakat mengenai aturan yang diterapkan perbankan,” sebutnya.

Untuk itu, OJK Sulteng mengimbau bagi masyarakat, di setiap transaksi perbankan baik itu angsuran, atau pun bentuk lainnya, agar dapat melihat secara menyeluruh terkait peraturan di dalamnya. Sehingga dapat mengerti seperti apa seharusnya tugas ataupun fungsi dari perbankan. (Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top