Tolitoli

Kejaksaan Tolitoli Tahan Mantan Kepala SDN Taring Tolitoli

Tersangka kasus penyalahgunaan proyek Ruang Kelas Baru (RKB) Sri Hartati saat menjalani pemeriksaan penyidik Cabjari Ogotua, Jum’at (17/2/2017). (Dok.¬†Cabjari Ogotua)

TOLITOLI, KabarSelebes.com – Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Ogotua, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, secara resmi menahan mantan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dusun Taring Desa Kongkomos, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Sri Hartati terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi rehab ruang kelas baru dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 dengan kerugian negara mencapai kurang lebih Rp64 juta dari total anggaran Rp230,192 juta.

Kacabjari Ogotua Cahyadi SH mengungkapkan, modus yang dilakukan tersangka Tri Hartati, dengan cara mencairkan anggaran pekerjaan RKB 100 persen, namun hasil progress pekerjaan yang dikerjakan belum mencapai 100 persen. Sehingga ada penyelewengan dana negara yang mencapai Rp64 Juta.

“Parahnya lagi, dalam pengerjaan proyek tersebut tidak disertai dengan laporan pertanggungjawaban, sehingga ada upaya sang kepsek untuk melakukan penyelewengan dana DAK tersebut,” tukas Kacabjari Ogotua Cahyadi, SH kepada KabarSelebes.com Sabtu (18/2/2017).

Dikatakannya, dari pemeriksaan hasil fakta lapangan yang dilakukan oleh penyidik Cabjari Ogotua, realisasi pekerjaan yang ditemukan baru mencapai 70 persen. Namun tersangka Sri Hartati sudah mencairkan seluruh anggaran yang belum terpakai.

Bantuan proyek RKB dari DAK tahun 2015 yang diberikan ke SDN Taring itu merupakan murni swakelolah dimana sebagai penguasa anggaran penuh yakni Kepsek. Sementara Dinas Pendidikan dalam hal ini instansi terkait hanya melakukan pengawasan dan pembinaan.

“Jadi Dinas pendidikan setempat, hanya tahu menerima laporan progres pekerjaan yang sudah mencapai 100 persen dan selanjutnya laporan pertanggungjawaban akan diteruskan ke Kementerian Pendidikan RI di Jakarta,” terangnya.

Ketika disinggung media ini terkait pasal yang dikenakan kepada tersangka Sri Hartati, mantan Kasi Datun Kejari Parimo itu mengatakan, pihaknya akan menjerat dengan pasal 2 ayat 1 jo serta pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Usai menjalani pemeriksaan dan ditetapkan tersangka, pada Jumat, 17 Februari 2017 sekira pukul 19.00 wita, penyidik Cabjari Ogotua langsung melakukan penahanan terhadap tersangka Sri Hartati dengan menitipkan ke Lembaga pemasyarakatan Kelas II B Tolitoli dengan menggunakan mobil tahanan Cabjari setempat. (Moh Sabran).

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top