Kolom Anda

Karantina Sebagai Instrumen Perlindungan Negara

Oleh : Fardi Kallang, S.H

fardi kallang

Mungkin tak banyak yang tau bahwa peristiwa kelam yang terjadi di eropa Sekitar 669 tahun yang lalu menjadi sejarah lahirnya karantina dimana pada saat itu lebih dari 75 juta orang penduduk dunia meninggal karena wabah hitam (Black Death), Black Death mungkin bisa dikatakan sebagai wabah terburuk sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, wabah mematikan ini telah mengurangi populasi Eropa hingga 60 persen. Bahkan dikatakan pada saat itu, jenazah-jenazah korban keganasan Black Death bergelimpangan di mana-mana di benua Eropa.

Tanah air indonesia kaya akan sumber daya alam hayati berupa beraneka ragam jenis ikan yang merupakan modal dasar pembangunan nasional yang sangat penting dalam rangka peningkatan taraf hidup, kemakmuran serta kesejahteraan rakyat. Sesuai Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Karantina Ikan di definisikan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karantina dari luar negeri dan dari suatu Area ke Area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sebagai dasar hukum penyelenggaraan karantina, diamanahkan bahwa perlunya kekayaan tanah air dan wilayah Negara Indonesia yang kaya akan sumberdaya alam hayati untuk dijaga, Salah satu ancaman yang dapat merusak kelestarian sumber daya alam hayati tersebut adalah serangan hama dan penyakit ikan. Kerusakan tersebut sangat merugikan sistem ekonomi bangsa dan negara karena menurunkan hasil produksi budidaya ikan tertentu yang bernilai ekonomis tinggi. Bahkan beberapa penyakit ikan dapat menyebabkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan semakin meningkatnya mobilitas manusia atau barang yang dapat menjadi media pembawa penyakit ikan serta masih terbatasnya kemampuan melakukan pengawasan, penangkalan dan pengamanan maka peluang penyebaran hama dan penyakit tersebut cukup besar. Oleh karena itu diperlukan kesiagaan dan antisipasi yang tinggi agar penyebaran hama dan penyakit ikan dapat dicegah, dengan demikian Pemerintah telah menetapkan pilihan bahwa salah satu strategi didalam melindungi kelestarian sumber daya ikan adalah melalui “Penyelenggaraan Perkarantinaan” Tujuan karantina ikan di Indonesia adalah :

1. Mencegah masuknya hama penyakit ikan karantina (HPIK) ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia serta penyebaran dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

2. Mencegah keluarnya hama dan penyakit ikan karantina ke luar negeri.

3. Mencegah keluarnya HPIK dari wilayah Negara Republik Indonesia ke luar negeri apabila dipersyaratkan oleh negara tujuan.

Perkarantinaan di indonesia diselenggarakan berdasarkan asas kelestarian sumber daya ikan. Hal ini mengandung arti bahwa segala tindakan karantina yang dilakukan semata-mata ditujukan untuk melindungi kelestarian sumber daya ikan dari serangan hama dan penyakit ikan karantina. Pada saat ini ancaman yang dapat mengganggu kelestarian sumber daya ikan, ketenteraman dan kesehatan masyarakat, kesehatan pangan, gangguan terhadap produksi sektor perikanan, serta lingkungan telah didefinisikan sebagai ancaman yang perlu untuk dicegah masuk dan menyebar.

Ancaman yang secara global telah diidentifikasi dapat dikendalikan efektif melalui penyelenggaraan perkarantinaan antara lain adalah:

1. Ancaman terhadap kesehatan hewan dan tumbuhan.

2. Invassive Species.

3. Penyakit Zoonosis.

4. Bioterorisme.

5. Pangan yang tidak sehat dan belum dapat diidentifikasi keamanannya.

6. Kelestarian Plasma nutfah/Keanekaragaman hayati.

7. Hambatan Teknis Perdagangan.

8. Ancaman terhadap kestabilan perekonomian nasional (Pupung Purnawan).

Dari beberapa ancaman tersebut Bioterorisme menjadi mimik yang paling menyeramkan, Bioterorisme adalah upaya menebarkan aksi teror menggunakan agen/senjata biologis.

Apa maksudnya agen biologis di sini? Ia adalah makhluk hidup, atau bagian dari makhluk hidup. Contoh disini adalah mikroorganisme, atau jasad renik, seperti bakteri, virus, dan fungi (kompas). Bioterorisme sering dikaitkan dengan kontaminasi terhadap bahan pangan yang sengaja dilakukan pihak tertentu untuk melaksanakan aksi teror. Undang-undang bioterorisme (bioterorism act) di Amerika menitikberatkan pada sistem jaminan mutu dan keamanan pangan. (Irmawan).

Ancaman lain yang juga penting disadari adalah besarnya intervensi dari Negara-Negara asing untuk meloloskan komoditasnya agar bisa di pasarkan di Indonesia. Tekanan ini terutama datang dari Negara-negara maju yang memiliki tekanan politik dan ekonomi yang besar terhadap Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Bentuk tekanan ini biasa dilakukan Negara maju baik langsung maupun melalui organisasi perdagangan internasional.

Akhirnya dengan segala ancaman dan tantangan yang kian semakin menggunung menjadikan BKIPM sebagai Institusi yang semakin kokoh dan terpercaya menuju perikanan yang sejahtera, berkelanjutan, dan berdaulat.

Penulis adalah Fungsional PHPI Pada Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Palu.

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top