Lipsus

Jalan ke Tanah Suci Wanita Ini Ternyata di Umroh Bareng Ibu

 

KabarSelebes.com – Nama gadis itu Yuliana Sari. Mahasiswi pascasarjana di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Senyum terkembang di wajahnya. Jemari lentiknya menata lagi pakaian. Semua serba putih.

Pada pagi buta Sabtu, 21 Januari 2017, dia melaju dari Bandung. Berangkat ke ibukota menumpang kendaraan travel.

Suara mobil itu sangat bising. Wanita asal Palu, Sulawesi Tengah itu duduk di bangku belakang. Dari jendela mobil, dia menikmati setiap pemandangan yang melintas. Di Jakarta, sang bapak sudah menunggu.

Turun di poll kelapa gading, Jakarta, meluncurlah Yuliana ke XXI Plaza Senayan. Kali ini tak sendirian. Sudah ada bapak dan ibu mendampingi. Di gedung itu, Yuliana mengikuti final umroh Mustika Ratu 2017. Sejumlah peserta sudah datang. Mereka juga tak sendiri. Bergandengan bersama ibunya.

Yuliana melaju ke tahap final setelah melewati sejumlah tahap. Dari jumlah peserta nyaris seribu orang, dikecilkan lagi menjadi 100 peserta. Bersaing mengunggah video terbaik untuk mendapatkan vote terbanyak dan memikat panitia

Hasilnya? panitia memilih 29 orang. Tentu dengan berbagai pertimbangan. Merekalah yang bersama Yuliana datang ke XXI Plaza Senayan. Tak sendiri tapi membawa ibu turut serta. Dari 29 peserta, juri memilih 3 video terbaik. Dan di gedung itulah dia bersama sang ibu berdiri. Bersama dua pasangan anak-ibu lainnya.

Seisi ruangan mendadak sepi. Wajah-wajah gelisah tiga pasang ibu-anak terlihat jelas. Menantikan pengumuman satu pemenang kompetisi ‘Umroh bareng Ibu’ yang digelar Mustika Ratu dan Dream.co.id.

Seorang perempuan bergaun putih berjalan menuju panggung. Sorot mata tajam menatap wajahnya.

” Kalaupun tidak bisa menang hari ini, jangan kecewa. Pasti kita bisa membawa mama kita atau ibu kita umroh,” begitu kata Retno membesarkan hati para finalis.

Ucapan yang makin membuat harap-harap cemas. Berharap di hari itu keajaiban jatuh ke tangannya. Beberapa finalis itu memenang tangan sang ibu. Untuk saling menguatkan.

” Pemenangnya adalah nomor 11,” ucap Retno.

Dan pecahlah tangis hijaber berparas ayu itu. Seketika Air mata bahagia tak sanggung dibendung. Membanjiri pipi Yuliana. Sembari terus memeluk sang ibu, tak henti-hentinya syukur diucapkan Yuliana Sari, pemenang kompetisi ‘Umroh bareng Ibu’ tahun 2017. ” Alhamdulillah… Alhamdulillah Ya Allah…,” bibir Yuliana berucap.

Tak kuasa menahan kegembiraan, Sang ibunda seketia bersujud syukur. Lututnya tersungkur menyentuh lantai gedung. Yuliana turut serta. Bersujud sebagai rasa syukur.

****

Di hari itu, gadis kelahiran 8 Juli 1990 itu mungkin tak pernah menyangka. Patah arang melihat pesaing lain, sebuah pintu justru terbuka bagi Yuliana menginjakkan kaki di tanah suci. Berziarah ke makam Rasulullah dan sholat di depan kabah.

Tak terbayang juga dibenak Yuliana bisa pergi umroh bersama ibu tercinta. Wanita yang sehari-hari berjualan gorengan sejak Yuliana masih SD. Uangnya untuk menambah pemasukan sang suami yang bekerja sebagai penjahit.

Tapi Yuliana tak sendiri. Sudah banyak wanita berhijab yang akhirnya bisa meraih impiannya. Mencium hajar aswad di Masjidil Haram melalui kompetisi yang digelar Dream.

Nabila Jayanty dan Intan Widya Nanda adalah dua hijaber yang akan bertolak ke ke Tanah Suci. Mereka terpilih sebagai pemenang ‘Umroh Cantik Sariayu’ pada 26 Januari 2017 lalu. Hampir berdekatan dengan terpilihnya Yuliana.

Jauh sebelumnya, Prisilia Rosa Melinda dan Nindi Gitasari sudah lebih dahulu menyentuh Mekah dan Madinah. Menunaikan ibadah umroh setelah terpilih menjadi juara Dream Girls 2015. Disusul Siti Hajar dan Salsabila Mayang yang mencicipi nikmatnya beribadah di Tanah Suci lantaran terpilih sebagai juara Dream Girls 2016.

****

Berangkat umroh memang soal ” panggilan” . Jika Allah sudah menggariskan, akan terbuka 1001 kesempatan untuk menuju ke Baitullah di kota Mekah. Termasuk lewat ajang-ajang serupa kompetisi Dream.

Ajang kompetisi berhadiah umroh yang senantiasa digelar Dream tak pernah sepi peminat. Pesertanya senantiasa membludak. Jumlah seluruhnya mencapai ribuan peserta. Berasal dari Sabang hingga Merauke. Semua mendaftar dengan satu harapan. Menginjakkan kaki di kota Nabi Muhammad SAW.

Dan kompetisi Dream bukan sembarang. Tak pula hanya melihat penampilan seperti kontes ratu-ratuan. Tiap ajang yang digelar Dream mensyaratkan kualifikasi mumpuni. Melewati sistem ketat. Dengan penilaian dari berbagai sisi.

Ajang yang digelar Dream juga bukan hanya soal kecantikan. Para peserta dituntut memiliki kemampuan di atas rata-rata. Dari menulis artikel menarik, membuat video kreatif, hingga berargumentasi secara cerdas.

Di atas itu semua, mereka yang terpilih dan berangkat umroh dari kompetisi Dream punya satu kesamaan. Para pemenang adalah sosok-sosok yang berkarakter dan mampu menginspirasi bagi para muslimah lainnya.

Tengoh saja cerita Yuliana Sari. Di balik kesuksesannya memenangkan kompetisi ‘umroh bareng Ibu’, gadis yang tengah menempuh pendidikan S2-nya di Bandung ini ternyata menyimpan cerita perjuangan yang tidak mudah.

Yuli bukan berasal dari keluarga mampu. Ayahnya, Abdul Hakim, lulusan SMK. Sempat menjalani profesi di bidang pelayaran, Hakim banting setir membuka usaha permesinan knalpot. Semua tidak berkembang dan memaksa dia menyeriusi hobi menjahit. Hobi itu yang ternyata menghidupi keluarganya hingga kini.

Sementara ibunya, Tjasminah, sempat menjadi tukang cuci baju. Profesi yang tidak berlangsung lama. Yuli mengatakan, sang ibu akhirnya memutuskan menjadi pedagang gorengan.

” Mama menjual dagangannya mulai dari keliling kompleks, menyewa kantin di sekolah SMK, hingga menyewa sepetak kantin di kampus saya sendiri, Universitas Tadulako Palu,” ucap Yuli.

Di tengah kehidupan ekonominya yang terbatas, Yuli punya mimpi untuk bisa menunaikan umroh bersama sang ibu. Mimpi tersebut mungkin terlihat muluk untuk ukuran Yuli si anak pedagang gorengan. Dan di Umroh Bersama Ibu, mimpi itu akan terwujud.

Tak cuma Yuli. Kisah yang tak kalah inspiratif datang juga dari Nabila Jayanty, pemenang pertama kompetisi ‘Umroh Cantik Sariayu’ yang digelar Dream. Gadis 21 tahun ini menempuh perjalanan yang cukup berat untuk bisa sampai di Jakarta hingga menjadi pemenang umroh.

Nabila hanyalah seorang mahasiswi yang berasal dari keluarga sederhana. Namun sudah sejak lama, perempuan berhijab ini memendam impian untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.

” Di semester awal itu aku ikuti seminar motivasi. Motivator bercerita, kunci rezeki gampang banget setiap sholat berdoa dan meminta keinginan sama Allah. Insya Allah akan dikabulkan,” ungkap Nabila kepada Dream.

Mimpi itu pun terus disemainya, agar dapat berbuat manis di kemudian hari. Bahkan ia rela mengumpulkan rupiah demi rupiah agar bisa menghirup udara Tanah Haram.

Dengar juga cerita pemenang para pemenang Dream Girls. Prisilia Rosa Melinda, pemenang Dream Girls 2015 yang bekerja sebagai Abdi Negara di sebuah kantor kecamatan di ibukota punya kemampuan yang tak dimiliki semua orang. Dia seorang Hafizah. Berdoa setiap hari agar mencium Tanah Suci, impian itu terwujud tahun lalu.

Jangan lupakan Siti Hajar yang mengemban amanah sebagai Dream Girls 2016. Hidayah mendatangi untuk berhijab. Padahal profesinya cukup bertolak belakang. Siti Hajar bekerja sebagai seorang penari. Tapi keinginan kuat membulatkan tekadnya menutup aurat utuh.

Ya, panggilan ke Tanah Suci memang bisa datang lewat beragam cara. Ada 1001 jalan ke Tanah Suci. Jika Sang Maha Kuasa sudah berkehendak, mimpi itu bisa menjadi kenyataan.

(Laporan: Puri Yuwono/Sah)

©DREAM.CO.ID

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top