Hukum

Intel Korem Amankan Oknum TNI Gadungan

Oknum TNI gadungan yang ditangkap oleh Intel Korem 132 Tadulako. (Penrem 132 Tadulako)

PALU, KabarSelebes.com – Penggunaan nama institusi dan atribut TNI untuk kepentingan pribadi kembali terjadi. kali ini pelakunya adalah Suwardi Madina, warga jalan Pendidikan, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, kepada anggota Intel Korem 132/Tadulako yang merasa telah ditipu oleh Oknum anggota TNI gadungan tersebut dengan modus menjual barang kepadanya dimana uang sudah diserahkan tetapi barang yang dijanjikan belum diterima.

Menerima laporan itu, pada hari Kamis (23/2/2017) dilakukan penangkapan terhadap pelaku oleh Tim Intel Korem 132/Tadulako dirumahnya.

Berdasarkan pengembangan dan interogasi oleh Tim Intel Korem, pelaku mengaku sudah 3 bulan menggunakan modus dengan mengaku sebagai anggota Intel 714/Situwu Maroso untuk meyakinkan para pemilik mobil dan sopir rental agar mau bergabung dalam Agen Rental PO Delima miliknya. Selain itu juga tindakan ini digunakan juga untuk menawarkan barang-barang kepada masyarakat.

zal,

Berdasarkan pengembangan dan pengakuan itu, Komandan Korem 132/Tadulako memerintahkan Staf Intel Korem agar Oknum TNI Gadungan ini diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

PLH Kapenrem 132/Tadulako, Mayor Chk Dedy Afrizal, SH, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah mendapat informasi dari seorang warga yang merasa telah tertipu oleh seseorang yang mengaku dirinya sebagai anggota intel TNI.

“Pelapor sudah menyerahkan uang kepada oknum tersebut, sementara barang yang dijanjikan tidak pernah diterima oleh si pelapor. Sehingga, pelapor merasa sangat dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Tim Intel Korem,” katanya.

Menurut Mayor Dedy, tindakan yang dilakukan oleh Oknum TNI Gadungan itu sangat tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu dapat mencoreng nama baik institusi TNI dimata masyarakat.

“Oleh karena itu, perbuatan-perbuatan seperti ini harus cepat dicegah. Dan kepada pelakunya harus diproses secara hukum sesuai prosedur agar tidak ada lagi orang lain yang melakukan tindakan yang sama untuk kepentingan dan keuntungan pribadi,” pungkasnya. (PEN)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top