Pelesir

Inilah Kenapa Wisata NTB di Kalangkangan Tolitoli Dipadati Pengunjung

Inilah komunitas Hammockers Tolitoli saat berpose dengan latar Hammock yang disusun sebanyak 14 tingkat. (Moh Sabran/KabarSelebes.com)

TOLITOLI, KabarSelebes.com – Wisata pantai Niug Tubele Beach (NTB) di Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, dipadati oleh para pengunjung.

Pasalnya, di tempat tersebut disugukan pelbagai fasilitas, salah satunya hammok yang mencapai 14 susun yang diikat pada dua batang kelapa.

Edi, Ketua Hammockers Kabupaten Tolitoli mengungkapkan, inspirasi ini muncul dari komunitas anak hammock yang berjumlah 30 orang melakukan camping akhir tahun 2016 lalu, yangmana destinasi wisata tersebut merupakan perkebunan kelapa milik salah satu warga di Desa Kalangkangan.

“Dulunya tempat ini, dijadikan sebagai salah satu tempat perkemahan Pramuka setiap akhir tahun dari beberapa sekolah di Kecamatan Galang,” ujar Edi kepada KabarSelebes.com Minggu (26/2/2017).

Setelah melihat kondisi dan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, pihaknya membuka lokasi tersebut secara perlahan-lahan dan juga mensosialisaikan melalu media sosial kepada para netizen, khususnya pencinta wisata di daerah tersebut.

“Untuk sekali masuk ditempat ini, kami tidak mematok tarif, akan tetapi keikhlasan dari pada pengunjung itu sendiri. Dari hasil tersebut kami kumpulkan untuk membeli sarana dan prasana yang belum memadai,” ungkapnya.

Selain itu kata Edi, Komunitas Hammock tersebut didukung pula pencinta Bag Packer dan My Trip My Adventure (MTMA) Tolitoli untuk bekerjasama memperkenalkan wisata pantai, yang baru dua bulan di buka untuk umum.

Lokasi wisata yang berjarak tujuh kilometer dari pusat ibu kota dengan ikon kota cengkeh tersebut, dapat ditempuh dengan perjalanan menggunakan kendaraan roda dua dan empat selama lima belas menit.

Edi berharap, dengan adanya wisata pantai di lokasinya tersebut, dapat menjadi daya tarik bagi para pengunjung untuk menghabiskan waktu akhir pekannya bersama keluarga.

Selain itu, pemberdayaan masyarakat setempat untuk berjualan makanan dan minuman akan menambah geliat ekonomi yang tentunya bisa menghasilkan pundi-pundi untuk menghidupi keluarganya. (Moh Sabran)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top