Mikro

Harga Bawang Merah Enrekang Masih Tinggi Dibanding Harga Lokal Palu

Pedagang Bawang Enrekang saat menjajalkan dagangannya di Jalan Protokol Moh Yamin, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis
(2/2/2017). (KabarSelebes.com/Faiz Sengka)

PALU, KabarSelebes.com – Sudah sekitar dua bulan terakhir bawang merah asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Tengah, dipasok secara berlebih di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pasalnya, Bawang merah dari provinsi Sulsel itu kelebihan stoke.

Masuknya pasokan bawang merah asal Enrekang dengan stok melimpah ini, terjadi sejak akhir tahun atau tepatnya sejak bulan November 2016. “Yah, sekitar bulan 11 mas. Tapi belum banyak seperti sekarang, karena panen raya bulan Desember kemarin,” ujar Adi, di Jalan Protokol Moh Yamin, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (2/2/2017).

Meski didatangkan dengan stok yang lebih, namun bawang merah tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi dibanding bawang merah lokal Palu. Harga bawang lokal Palu yang berkisar Rp20.000-Rp26.000 per kilo gramnnya, sementara bawang Enrekang ini berskisar Rp25.000-28.000 per koli gramnya.

Namun menurut Adi, jika dibanding dengan bawag lokal, bawang merah asal Kabupaten Enrekang ini jauh lebih baik dari segi kualitas dan lebih tahan lama. Lebih tahan lama dibanding bawang lokal Palu, bisa bertahan sampai berminggu-minggu,” aku Adi.

Salah satu pembeli, Husna mengaku lebih memilih bawag Enrekang, karena selain bawangnya berukuran besar, juga lebih bertahan lama. “Makanya saya beli sampai 3 kilo gram, karena tidak capat busuk bawangnya,” akunya. (Faiz)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top