Lipsus

Gerindra Bergerak Selamatkan Masa Depan Bangsa

(Gerindra Sulteng)

PALU, KabarSelebes.com – Bermula dari keprihatinan atas kesejahteraan rakyat dan gonjang-ganjing politik di akhir 2007-an, Pengusaha Hashim Djojohadikusumo dan Fadli Zon menggagas lahirnya sebuah partai politik baru. Sejak akhir 2007 hingga awal 2008, pematangan atas pendirian partai baru ini terus berjalan.

Kala itu, Fadli Zon mengutip kata-kata politisi inggris abad kedelapan belas, Edmund Burke: “The only thing necessary for the triumph [of evil] is for good men to do nothing.” Dalam terjemahan bebasnya, “kalau orang baik-baik tidak berbuat apa-apa, maka para penjahat yang akan bertindak.“

Terinspirasi oleh kata-kata tersebut, Hashim pun setuju bila ada sebuah partai baru yang memberikan haluan baru dan harapan baru. Tujuannya tidak lain, agar negara ini bisa diperintah oleh manusia yang memerhatikan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya saja. Sementara kondisi yang sedang berjalan, justru memaksakan demokrasi di tengah impitan kemiskinan, yang hanya berujung pada kekacauan.

Gagasan pendirian partai pun kemudian diwacanakan di lingkaran orang-orang Hashim dan Prabowo. Rupanya, tidak semua setuju. Ada pula yang menolak, dengan alasan bila ingin ikut terlibat dalam proses politik sebaiknya ikut saja pada partai politik yang ada. Kebetulan, Prabowo adalah anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, sehingga bisa mencalonkan diri maju menjadi ketua umum. Namun, ketika itu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla adalah wakil presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Mana mau Jusuf Kalla memberikan jabatan Ketua Umum Golkar kepada Prabowo?” kata Fadli.

Setelah perdebatan cukup panjang dan alot, akhirnya disepakati perlu ada partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat. Untuk mematangkan konsep partai, pada Desember 2007, di sebuah rumah, yang menjadi markas IPS (Institute for Policy Studies) di Bendungan Hilir, berkumpulah sejumlah nama. Selain Fadli Zon, hadir pula Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi dan Haris Bobihoe. Mereka membicarakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai yang akan dibentuk.

“Pembahasan dilakukan siang dan malam,” kenang Fadli.

Nama Gerindra muncul, diciptakan oleh Hashim sendiri. Sedangkan lambang kepala burung garuda digagas oleh Prabowo Subianto.

Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum, yakni pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945.

Gerindra merumuskan sikap politiknya dalam sebuah manifesto perjuangan. Manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat itu memiliki 6 prinsip dasar partai (Prinsip Disiplin, Prinsip Kedaulatan, Prinsip Kemandirian, Prinsip Persamaan Hak, Prinsip Kerjasama dan Gotong Royong dan Prinsip Musyawarah). Dirumuskan pula 16 pokok-pokok perjuangan partai Gerindra.

Pada Pemilihan Umum 2014, Gerindra berhasil meraup suara sebanyak 11,81 persen atau setara dengan 14.760.371 suara. Partai berlambang kepala Garuda ini menduduki urutan ketiga perolehan suara setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar.

Senin, 6 Februari 2017 ini, Partai Gerindra berulang tahun yang ke-9. Tema yang diambil pun lebih tegas: Bergeraklah! Selamatkan Masa Depan Bangsa.

Di Palu, Sulawesi Tengah, Ketua DPD Partai Gerindra, Longki Djanggola dengan seluruh pengurus telah menyiapkan aksi sosial untuk mengisi peringatan hari ulang tahun ini.

“Tepat pada Senin, 6 Februari 2017, Pengurus DPD melaksanakan serangkaian kegiatan sosial dimulai dari Revolusi Putih, pembagian makanan tambahan berupa susu buat anak sekolah, pemberian santunan kepada panti-panti asuhan dan donor darah massal,” sebut Longki di sela-sela syukuran Kantor DPD Gerindra Sulteng di Jalan Elang Nomor 77, Palu Selatan.

Puncaknya, tambah Longki, pada Minggu, 26 Februari 2017 mendatang akan digelar gerak jalan santai memperebutkan 2 paket umrah, 2 kapling tanah siap bangun, 5 sepeda motor dan hiburan menarik lainnya.

“Insya Allah, bila tiada aral melintang dan sesuai jadwal, Pak Prabowo Subianto juga akan membuka Rapat Kerja Daerah Gerindra dan meresmikan Kantor Gerindra yang baru di Jalan Elang ini, pada Minggu, 26 Februari 2017 nanti,” sebut Gubernur Sulteng itu.

Dirgahayu Partai Gerindra yang ke-9. Bergeraklah! Selamatkan masa depan bangsa. (***)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top