Dunia

Dorong Perdamaian, Indonesia Prakarsai Dialog Antaragama di Myanmar

Ilustrasi pengungsi Rohingya (AFP)

KabarSelebes.com – Kedekatan hubungan Indonesia dan Myanmar kian terasa. Belum lama ini lebih dari 20 delegasi Myanmar datang ke Indonesia untuk belajar tentang demokrasi, reformasi dan penyelesaian konflik.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dn Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia Desra Percaya menyebutkan kelanjutan dari pertemuan tersebut akan dilakukan pada Maret mendatang dalam bentuk dialog antaragama.

“Nanti Maret kita akan melakukan interfaith dialogue di Myanmar yang diprakarsai Kementerian Luar Negeri,” tuturnya saat ditemui di gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).

Tujuan dialog antaragama ini kurang lebih untuk memprakarsai langkah-langkah mewujudkan pluralisme di Myanmar.

Pada 25 Januari lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima kunjungan dari Menteri Informasi Myanmar. Bersama delegasi lainnya, tujuan mereka ke Indonesia untuk melakukan capacity building dan berbagi pelatihan terbaik dengan proses demokratisasi dan juga konsiliasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Indonesia seperti laboratorium yang baik bagi Myanmar untuk bisa belajar terkait dengan proses transisi demokrasi.

“Indonesia adalah laboratory yang baik bagi Myanmar untuk bisa belajar terkait dengan proses transisi demokrasi dan rekonsiliasi. Karena kita sendiri mengalami hal itu, terutama proses transisi menuju demokrasi penuh yang dimulai pada 1997 lalu, kita juga punya pengalaman terkait rekonsiliasi konflik di Maluku beberapa tahun lalu,” ujar pria akrab disapa Tata itu.

Rombongan menteri informasi Myanmar ini bekerja sama dengan Harvard School of Democracy. Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan beberapa langkah yang sudah dilakukan Indonesia dalam upaya terus mendukung proses transisi kepada demokrasi dan rekonsiliasi Myanmar.

“Berbagai langkah ini telah disampaikan dalam waktu dua bulan terakhir, Menlu telah melakukan tiga kali kunjungan Myanmar, bertemu berbagai stakeholder seperti Daw Aung San Suu Kyi sampai menteri sosial dan termasuk anggota National Security Adviser Myanmar,” sambung Tata.

Tata menambahkan Indonesia sangat menyadari proses demokrasi oleh angkatan bersenjata profesional sehingga berhasil mencapai demokrasi penuh yang mulus. Karenanya Myanmar ingin banyak belajar dari Indonesia karena memiliki sejarah yang sama.

Sumber : Merdeka.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top