Kesehatan

Aduh, 50 Kantong Darah di PMI Terpaksa Dibuang Setiap Bulannya


Salah seorang pendonor saat dicek kesehatanya di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sulawesi Tengah. (Tri Novian/KabarSelebes.com)

PALU, KabarSelebes.com – Setiap bulannya, sebanyak 50 kantong darah yang tersimpan di Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Sulawesi Tengah dibuang karena sudah masuk masa kadaluarsa.

Direktur Unit Transfusi Darah PMI Cabang Sulawesi Tengah, dr. Abdullah, DHSM., M.Kes mengatakan, kantong darah yang dibuang dikarenakan
masa pakai dari darah itu sendiri yang hanya berusia 30 sampai 35 hari.

“Darah itu beda dengan obat, kalau obat sampai beberapa bulan masih bisa dipakai, kalau darah masa pakainya hanya 30 sampai 35 hari,”
ungkapnya Rabu (22/2/2017).

Lanjut dia, terkait jumlah darah yang dikeluarkan untuk kebutuhan rumah sakit sendiri, sampai saat ini masih belum dapat dipenuhi.

Pasalnya kata Abdullah, permintaan dalam sehari bisa mencapai 30 hingga 40 kantong darah itu, oleh pihaknya hanya mampu menyuplai 20
hingga 25 kantong darah.

“Jadi memang, untuk kebutuhan darah tiap harinya yang kami bisa penuhi hanya 20 hingga 25 kantong, sementara permintaan dalam sehari bisa
mencapai 30 hingga 40 kantong darah. Tentunya dengan jumlah itu sangat tidak cukup,” tuturnya.

Terkait upaya penyediaan darah, Abdullah mengaku pihaknya sering kali melibatkan diri di sejumlah kegiatan sosial di lingkungan masyarakat, baik
itu pemrintahan, lembaga swasta, hingga perguruan tinggi. (Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top