Poso

STAI Poso Akan Beralih Status Jadi STAIN

Kampus STAI Poso (Ryan Darmawan)

POSO, KabarSelebes.com – Tim kerja pengelola kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin malam 16 Januari 2017 lalu, melakukan kunjungan silaturahmi kepada Rektor Universitas Kristen (UNKRIT) yang berada di Kota Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba.

Tim kerja pengelola terdiri dari Ketua III STAI Poso Ibrahim Ismail, Ketua Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STAI Poso Budiman Maliki dan Abdul Kadir Abdjul sebagai sekertaris LP2M.

Kedatangan tiga orang tim kerja dan pengurus kampus STAI Poso diterima secara langsung di kediaman Rektor UNKRIT Lies Sigilipu.

Ketua III STAI Poso Ibrahim Ismail mengatakan, kunjungan pihak kampus STAI selain silaturahmi, kunjungan tersebut dilakukan pengelola kampus untuk meminta dukungan pihak UNKRIT secara kelembagaan, terkait kesediaan pihak UNKRIT memberikan rekomendasinya untuk beralih status STAI menjadi kampus negri STAIN.

“Kedatangan kami ini tak lain untuk membangun silaturahmi, kami juga meminta pihak dukungan UNKRIT dapat memberikan rekomendasinya untuk alih status kampus STAI menjadi negeri,” ungkap Ibrahim Ismail yang juga pengurus komda Alkhairat Poso ini. Selasa 17 Januari 2017.

Menurut Ibrahim Ismail, hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk persyaratan administrasi alih status kampus STAI untuk menjadi negri. Pertemuan yang berlangsung hampir satu jam itu, berlangsung lancar dan penuh keakraban dari kedua belah pihak.

Sementara itu Rektor UNKRIT Lies Sigilipu, mengaku setuju terhadap rencana alih status kampus STAI menjadi STAIN. Pihaknya sangat mendukung pendapat serta masukan yang dilakukan para pengurus dan tim kerja kampus STAI Poso.

“Terima kasih atas kunjungan teman-teman dari STAI, kami berharap kunjungan seperti ini tetap terjadi secara kontinue. Untuk memperkuat sinergitas mencerdaskan anak bangsa di bumi sintuwu maroso.” tuturnya.

Budiman Maliki Ketua LP2M STAI Poso menyampaikan, jika selama ini pihak STAI Poso telah berkeinginan punya cita-cita bersama, baik STAI secara kelembagaan maupun pribadinya sebagai aktivis sosial untuk meningkatkan STAI menjadi kampus negri.

“Selama ini kami konsen terhadap peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan di Poso,” ungkapnya.

Selain UNKRIT, tim kerja STAI juga meminta dukungan ke lembaga Majelis SINODE GKST dan Sekolah Tinggi Theologia (STT) Tentena. Dalam pertemuan ini juga di hadiri tokoh Kristen Gustaf Methusala dan aktivis sosial Muhammad Rizal Kaniu. (Ryan Darmawan)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top