Kota Palu

Soal Kontrakan Wawali Pasha Senilai Rp1 M, Siapa yang Bohong?

Ridwan Basatu, Abu Mulyadi, Sigit Purnomo, Lyala Husin

PALU, KabarSelebes.com – Ribut-ribu soal rumah kontrakan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha yang diduga ikut dibiayai Pemerintah Kota Palu, kini semakin membingungkan. Sejumlah pihak mengaku tidak pernah mengetahui adanya anggaran dari pemerintah Kota Palu untuk pembiayaan rumah kontrakan Pasha di kawasan elit Citraland.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palu Ridwan H. Basatu secara tegas mengaku biaya kontrakan rumah Pasha di Citraland Palu dimasukkan dalam APBD 2016. Namun Ridwan tidak mau menyebut berapa anggaran untuk sewa kontrakan rumah Pasha itu.

“Yang jelas keterangan dari bagian umum (seperti itu), kan bagian umum pengelolanya. Kami di Komisi B tanya, awalnya dia bilang tidak ada namun setelah kita telusuri akhirnya dia akui itu ada, rumah kontrak yang disana itu dianggarkan oleh APBD,” tegas Ridwan Basatu kepada wartawan di DPRD Kota Palu Rabu (11/1/2017).

Menurut Ridwan, rumah tersebut dikontrak oleh Pemerintah Kota Palu selama setahun dari 2016 hingga 2017.

Sayangnya, pernyataan Ridwan Basatu ini malah dibantah oleh rekannya sesama anggota DPRD Kota Palu. Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Palu Abu Mulyadi justru menyebut tidak ada pembiayaan sewa rumah Wakil Walikota Palu dalam APBD.

“Tidak ada sewa rumah wakil walikota di Citraland dibebankan APBD. Jadi semua berita itu keliru. Sewa rumah itu dibayar pribadi oleh Pasha,” jelas Abu Mulyadi kepada wartawan Kamis (12/1/2017).

Wakil Walikota Palu Pasha juga telah membantah tudingan Ridwan Basatu perihal pembiayaan sewa kontrakannya oleh APBD Kota Palu.

Pasha yang dihubungi Rabu menyatakan, informasi terkait besaran sewa rumah tersebut adalah keliru dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya.

“Informasi ini ngaco. Kontrakan apa yang sebesar Rp1 miliar, datanya darimana? Kalau mau memberi informasi kepada masyarakat itu harus akurat,” katanya seperti dikabarkan AntaraNews.com.

Menurut dia, sewa rumah yang ditempatinya itu sebesar Rp60 juta per bulan. Untuk 6 bulan berjalan, sewanya sudah dibayar dengan mencarikan uang sendiri.

“Kalau dikatakan ada anggaran di tahun 2017, silahkan cek saja. Ini ngarang dan tidak berkualitas,” katanya.

Hal senada juga diucapkan Kepala Bagian Perlengkapan Umum Pemkot Palu, Layla Husin.

Menurut Layla, dirinya sudah mengonfirmasi tudingan tersebut kepada Ridwan Basatu.

“Tadi saya juga sudah konfirmasi kepada Pak Ridwan. Saya sudah tanya kepada yang bersangkutan sejak kapan saya bilang kita anggarkan terus kita bilang tidak ada? Tidak ada itu, di bagian umum tidak kita anggarkan,” bantah Layla Husin yang ditemui di ruangannya Rabu sore.

Layla mengaku Pemerintah Kota Palu menganggarkan biaya pembelian mobiler untuk wakil walikota pada tahun 2016. Mobiler itu yang digunakan Pasha di rumah sewaannya di Citraland.

KabarSelebes.com sendiri sudah mengecek langsung rumah yang disewa oleh Pasha di kawasan elite Citraland di Kelurahan Tondo Mantikulore Kota Palu.

Menurut keterangan pihak Citraland Palu, Pasha tidak menyewa rumah itu pada pihak Citraland. Rumah type Nu Belize seharga Rp1,4 Miliar tersebut milik seseorang yang kemudian disewakan kepada Pasha pada tahun 2016.

“Kami ini menjual rumah bukan menyewakan. Pasha memang pernah tinggal di Citraland tapi itu dikontrak pada pemiliknya bukan pada kami,” kata Cholief Choerrasjaini, general maneger Citraland Water Front Palu.

Lantas siapa yang berbohong pada kasus ini? Silakan anda menilai sendiri.(Abdee)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top