Poso

Satgas Tinombala kembali Sebar Foto 9 DPO di Poso

Foto Suasana Pemasangan Stker DPO Teroris Jaringan Santoso di Desa Tangkura ,Poso Pesisir Selatan Pada Kamis (26/1/2017).(Foto:Kompas.com)

POSO, KabarSelebes.com – Aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2017 di Poso, untuk yang pertama kalinya sejak diperpanjang pada Kamis (26/1/2017), kembali menyebarkan selebaran imbauan dan stiker foto DPO.

Penyebaran imbauan dan stiker foto DPO ini dilakukan agar sembilan orang DPO teroris sisa jaringan Santoso itu segera menyerah.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, sejumlah anggota polisi yang tergabung dalam Operasi Tinombala 2017 menyebarkan selebaran imbauan dan stiker foto para DPO yang hingga kini masih bersembunyi di gunung.

Titik penyebaran dilakukan secara acak, disesuaikan dengan lokasi yang selama ini dianggap berdekatan dengan wilayah pelaksanaan operasi, seperti di Kecamatan Poso Pesisir bersaudara.

Agar kegiatan ini berjalan maksimal, selain ditempel di sejumlah pohon di tepi jalan, selebaran ini juga dipasang di pos-pos penjagaan anggota Satgas Tinombala 2017.

Polisi juga ikut mendatangi rumah–rumah warga untuk menyosialisasikan pemasangan stiker dan selebaran imbauan ini.

Kepala Sub Satuan Satgas (Kasub Satgas) Operasi Tinombala 2017, AKP Winarto yang memimpin langsung kegiatan ini mengatakan, penyebaran imbauan ini kembali dilakukan agar para DPO segera menyerah.

Menurutnya, dalam upaya menuntaskan sisa jaringan teroris kelompok Santoso yang kini terisisa sembilan orang, pihaknya akan melakukan dua pendekatan, yakni secara persuasif dan represif.

“Ini adalah upaya persuasif yang kesekian kalinya. Kita tetap berharap mereka mau menyerah. Kita tidak mau ada lagi korban, baik dari pihak Satgas ataupun mereka yang masih bersembunyi di hutan,” harapnya.

Dijelaskannya, sebagaimana pada pelaksanaan Operasi Tinombala 2016, pihak kepolisian tetap menjamin para DPO yang secara sukarela menyerahkan diri akan diperoses secara hukum tanpa kekerasan.

Mereka juga akan diberikan keringanan dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan aturan dan undang –undang yang berlaku di Indonesia.

“Selain dengan penyebaran dan pemasangan stiker, satgas juga tidak henti-hentinya melakukan pendekatan secara persuasif dengan melakukan komunikasi kepada pihak keluaraga mereka. Saya yakin pihak keluarga juga mengaharapkan keluarganya mau menyerah,” jelas Winarto.

Sebelumnya, pelaksanaan Operasi Tinombala 2016 sendiri telah kembali diperpanjang selama empat bulan ke depan, terhitung mulai Januari hingga April 2017 dengan target penangkapan sembilan orang DPO sisa jaringan Santoso.

 

 

 

Sumber: Kompas.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top