Sigi

Pariwisata Sigi Belum Optimal Dikembangkan Secara Profesional

Permandian air panas Bora Sigi. (Foto: http://ikomuntad.blogspot.co.id/)

SIGI, KabarSelebes.com – Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memiliki banyak destinasi wisata menarik untuk dijual ke mancanegara. Namun hingga kini masih belum dikelola dengan maksimal.

Sekretaris Apindo Sulteng Achrul Udaya mengemukakan di Palu, Senin (30/1/2017), daerah yang bertetangga langsung dengan Kota Palu itu sebenarnya sangat kaya dengan obyek wisata dan memiliki potensi besar untuk kemajuan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan hampir semua kecamatan di Kabupaten Sigi terdapat obyek wisata yang unik dan menarik bagi wisatawan, namun belum dikembangkan secara profesional baik oleh pengusaha pariwisata maupun pemerintah daerah.

Selain kunjungan wisatawan naik, tentu perolehan devisa dan pendapatan daerah dan masyarakat juga semakin meningkat. Sejumlah obyek wisata yang hingga kini belum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar seperti lokasi obyek wisata paralayang di kawasan Pegunungan Matantimali, Kecamatan Marawola Barat, Air Terjun Wera di Kecamatan Dolo Selatan, Air Panas di Kecamatan Nokilalaki, Danau Lindu di Kecamatan Lindu dan Penangkaran Burung Maleo di Kecamatan Gumbasa.

Menurut dia, semua obyek wisata tersebut sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi unggulan banyak dikunjungi wisatawan. Pemkab Sigi perlu mengembangkannya, karena sektor pariwisata merupakan salah satu dari tiga sektor unggulan Kabupaten Sigi.

Rata-rata obyek wisata yang ada di daerah itu hingga kini belum didukung sarana dan prasarana memadai, padahal sangat diminati wisatawan manca negara. Pemkab Sigi harus segera membenahi obyek wisata dengan membangun infrastruktur jalan dan listrik agar dapat menarik banyak wisatawan.

Menurut Achrul, salah satu dari beberapa destinasi wisata yang menarik dan mulai ramai dikunjungi wisatawan adalah Danau Lindu. Danau Lindu ini sudah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara tetapi tidak didukung ketersediaan jalan dan listrik memadai.

Dari pintu masuk menuju Danau Lindu di Desa Sadaunta, Kecamatan Kulawi, kondisi jalan masih sempit dan rusak serta hanya bisa dilewati sepeda motor dengan menyusuri hutan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). “Perbaikan jalan ini harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah,” kata Achrul seperti dilansir dari Antara.

Para wisatawan yang datang ke Danau Lindu tidak hanya menikmati keindahan Danau Lindu tetapi juga menikmati merdunya suara burung pada siang dan sore hari. Kawasan di sekitar danau itu merupakan surga burung elang khas Danau Lindu dan juga elang Sulawesi.

Sumber: Republika.co.id

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top