Parigi Moutong

Moutong dan Tomini Raya Tak Lama Lagi Jadi Kabupaten

Tim Direktorat Penataan Daerah Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Direktorat Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Repoblik Indonesia (Kemendagri) melakukan peninjauan calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Tomini Raya dan Moutong di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) belum lama ini, Jumat (20/1/2017). (Humas Pemkab Parimo)

PARIGI MOUTONG, KabarSelebes.com – Tim Direktorat Penataan Daerah Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Direktorat Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Repoblik Indonesia (Kemendagri) melakukan peninjauan di Wilayah Sulawesi Tengah, khususnya calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Tomini Raya dan Moutong di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Dari hasil peninjauan oleh tim, Direktorat Penataan Daerah Otonomi Khusus Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Drs. Safrizal ZA,Msi mengaku bahwa dua calon DOB Tomini Raya Dan Moutong ternyata sudah lebih maju dan sudah siap dibanding dengan beberapa DOB yang sudah ditinjaunya.

Kesiapan dua calon DOB tersebut, berdasarkan hasil tinjauan dari beberapa fasilitas di dua calon DOB yakni meliputi perkantoran, Rumah Sakit, Pelabuhan, Pasar dan Stadion.

“Kita tinggal menunggu proses penetapan. Muda-mudahan Kementerian Keuangan secepatnya menyiapkan dana pembiayaan pemekaranya. Apabila sudah ada keputusan dari Menteri Keuangan, tentu secepatnya terlaksanan,” katanya saat meninjau kedua wilayah tersebut belum lama ini, Jumat (20/1/2017).

Drs. Safrizal ZA, Msi menjelaskan, bahwa jumlah 235 calon DOB sangat banyak di Indonesia. Jumlah Kabupaten dan Kota se-Indonesia kata dia, kurang lebih 512, sementara di Indonesia sendiri hanya 34 provonsi.

“Apabila daerah calon DOB Tomini Raya dan Moutong ditetapkan menjadi daerah persiapan, akan diberikan kesempatan untuk menata diri untuk menetapkan calon ibukota,” tuturnya.

Safrizal juga meminta, agar dalam proses penetapan ibukota nantinya tidak terjadi keributan seperti di daerah lain. Begitu juga dengan penetapan bata-batas wilayah, baik itu Moutong, Tomini Raya dan Parimo.

“Diharapkan kepada Bupati Parigi Moutong, harus legowo melepas aset-aset yang ada di sepanjang Daerah Otonomi Baru, yaitu Tomini Raya dan Moutong. Semua kita atur baik. Oleh karenanya, apabila sudah ditetapkan menjadikan daerah persiapan, masyarakat mulai menata dan mempersiapkan diri juga, mempersiapkan personilnya itu sangat penting. Sapa saja yang mau pindah ke tempat daerah yang baru, baik itu Kabupaten Tomini Raya atau Moutong maupun tetap di Kabupaten Parigi Moutong, semua kita lihat kembali peraturan pemerintah,” ujarnya.

“Diharapkan kepada seluruh masyarakat Calon DOB Tomini Raya Dan Moutong, agar banyak berdoa, supaya bisa secepatnya terlaksana. Sambil kita menunggu Menteri Keuangan menetapkan alokasi dana untuk pemekaran daerah tersebut,” tambanya.

Sementara itu, Bupati Parimo, H Samsurizal Tombolotutu mengaku bahwa sudah puluhan tahun masyarakat Tomini Raya dan Moutong menantikan pemekaran. Mengingat jauhnya perjalanan ke Ibukota untuk mengurus keperluan dinas.

“Tidak sedikit juga kecelakan lalu lintas setiap bulan, mengingat perjalanan cukup jauh memakan waktu kurang lebih 8 sampai 10 Jam ke Ibukota Kabupaten,” jelasnya.

Dua calon Kabupaten Tomini Raya dan Moutong ini kata Samsurizal, sudah mempunyai beberapa fasilitas pendukung. Antara lain lahan pembangunan perkantoran, Rumah Sakit, Pelabuhan, Pasar.

“Khusus Moutong, sudah mempersiapkan lahan kurang lebih 10 ribu hektar guna pembanguna bandara,” tandasnya. (Humas Pemkab Parimo)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top