Donggala

Kelebihan Kapasitas, Kapal Pariwisata Nyaris Tenggelam di Tanjung Karang Donggala

Perahu wisata yang tenggelam di Pantai Tanjung Karang Donggala.(Foto: Dok Basarnas)

DONGGALA, KabarSelebes.com – Nasib naas menimpa sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah. Puluhan ASN tersebut nyaris tewas tenggelam di tanjung karang akibat kapal pariwisata yang ditumpangi kelebihan kapasitas.

Insiden itu sontak membuat puluhan ASN tersebut histeris dan meminta tolong karena tak satupun yang menggunakan alat keselamatan atau pelampung. Dalam insiden itu, Ketua DPRD Donggala, Moh Yasin berserta beberapa kepala Dinas menjadi korban.

Insiden itu bermula saat puluhan ASN yang menggunakan kapal pariwisata tersebut hendak menjemput rombongan Bupati Donggala bersama Rektor Universitas Aisyiah Jogjakarta di kapal KPLP usai melakukan perjalanan dari pelabuhan donggala dan menuju ke tanjung karang. Karena air terlalu dangkal maka, rombongan bupati harus dijemput dengan kapal pariwisata.

Di awal perjalanan menuju kapal KPLP, dua kapal pariwisata yang akan menjemput terlihat baik-baik saja. Rombongan bupati kemudian secara bersamaan pindah ke kedua kapal pariwisata tersebut. Setelah semua rombongan diangkut, kedua kapal kemudian menuju ke tepi pantai, namun anehnya kapal yang ditumpangi ketua DPRD berpencar dengan kapal yang ditumpangi Bupati Donggala.

Entah mengapa, kapal yang ditumpangi ketua DPRD seketika langsung miring dan tenggelam. Insiden itu diperparah dengan kencangnya hembusan angin dan ombak pada siang itu. Untungnya sejumlah penumpang masih bisa memegang di badan kapal sehingga tak terjadi korban jiwa. Setelah dilakukan evakuasi yang dibantu oleh Basarnas Donggala. Sejumlah penumpang masih terlihat histeris, termasuk Direktur Akper Donggala Fauzan MKes.

Insiden itu langsung mendapat respon dari Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa SH. Kata Kasman, sangat disayangkan, semua penumpang tak ada yang menggunakan pelampung. Menurut Kasman perjalanan di laut meski jaraknya hanya dekat tetapi tak boleh dianggap remeh. “Padahal pihak KPLP sudah menyiapkan kita pelampung tapi tidak dipakai. Karena kita anggapa remeh, jadi seperti inilah kejadiannya,” seru kasman.

 

 

©Indopos.com

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top