Sigi

Wah, Ternyata Sayuran dari Petani di Sigi Mengandung Pestisida Tinggi

Petani warga Kampung Cikole membersihkan lahan hasil panen sayuran kol di kawasan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jabar, Senin (11/5). Hasil panen sayuran kol yang kemudian akan dipasarkan ke daerah Jakarta tersebut di jual seharga Rp. 1.000/kg. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

PALU, KABAR SELEBES – Peneliti Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu Dr Kasman Jaya Saad mengatakan, hasil penelitian terhadap sayuran dan buah-buahan di Kabupaten Sigi sangat mengejutkan. Pasalnya, rata-rata petani menggunakan pestisida secara berlebihan untuk melindungi tanaman sayuran dan buah-buahan dari serangan hama penyakit.

Hasil penelitian itu disampaikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unisa di Palu, Jumat (23/12/2016), mengenai produksi sayur dan buah-buahan di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Penelitian itu sendiri melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian, Attahira H Basiran Ayub.

Menurut Kasman, para petani sangat bergantung pada pestisida untuk membunuh hama tanaman. Sementara, kata dia, pestisida itu sendiri sangat berbahaya untuk lingkungan dan mengancam kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

“Berdasarkan pendapat dr Novie H, pestisida menyebabkan terjadinya kerusakan sistim saraf, peningkatan risiko kanker, gangguan reproduksi, dan terjadinya kerusakan genetik,” ujar Kasman seperti dikutip dari Antara.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unisa, Attahira H Basira Ayub juga mengungkapkan hasil penelitiannya pada petani sayur di Kecamatan Tatanga. Menurutnya, 100 persen petani itu menggunakan pestisida dengan kadar yang berlebihan.

Salah seorang dosen Fakultas Pertanian lainnya, juga mengaku, pernah melakuan survei di Kota Palu. Menurutnya, sayuran dan buah yang dikirim ke daerah-daerah, bukan hanya disemprot pestisida, tetapi direndam secara langsung dalam cairan bahan kimia itu. “Selain itu juga menggunakan formalin sebagai pengawet,” katanya.

Sementara Ketua LP2M Unisa, Dr. Aris Aksarah Pas mengatakan, publikasi hasil penelitian merupakan keharusan bagi para dosen pada semua perguruan tinggi.

Rektor Unisa Dr H Hamdan Rampadio mengatakan, saat ini, kampus Unisa berada pada kualifikasi bidang penelitian di kelas madya. Dari sekian banyak perguruan tinggi swasta di bawah naungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi, hanya ada lima yang masuk dalam kualifikasi madya tersebut, salah satunya adalah Unisa.

©Republika

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top