Donggala

Tumbuhkan Rasa Korsa, Anggota TNI Ini Jalan Kaki Sejauh 93 KM

Peleton Infanteri berjalan kaki sepanjang 93 KM dari Donggala ke Palu.(Foto: penrem)

DONGGALA, KABAR SELEBES – Tradisi jalan kaki oleh para Prajurit Infanteri secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korps Infanteri ke-68 tahun 2016 seperti yang dilaksanakan pagi hari ini.

Upacara pelepasan peleton beranting tahun ini dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati Donggala dengan Inspektur Upacara Bupati Donggala Kasman Lassa dihadiri oleh Kasrem 132/Tdl Letkol Inf Andrian Susanto, Dandim 1306/Dgl Letkol Kav I Gde Masa, Unsur Forkopimda Donggala, Wakapolres Donggala, Wadanyonif 711/Rks dan seluruh PA Korem 132/Tdl.

Dalam upacara kali ini Pangdam VII/Wrb dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan bahwa tradisi jalan kaki oleh prajurit Infanteri ini merupakan kilas balik sejarah perjuangan Palagan Ambarawa yang dilakukan oleh Tentara Keamanan Rakyat dibawah pimpinan Panglima Besar Jenderal Sudirman bersama-sama rakyat berjalan kaki dengan senjata dan perlengkapan yang sangat sederhana namun hanya dibekali tekad dan semangat juang yang tinggi sehingga menjadi daya tempur yang besar sehingga dapat memenangkan pertempuran melawan sekutu saat itu.

Dalam amanatnya Pangdam berpesan agar seluruh prajurit mengingat kembali jati dirinya sebagai seorang prajurit TNI yang bertugas untuk mengabdi pada rakyat sebagaimana pesan dari Jenderal Sudirman yang berbunyi “Bahwa tentara bukan prajurit sewaan tetapi tentara adalah prajurit yang ada karena keinsyafan dan kesadarn untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara”.

“Setiap prajurit TNI sudah disumpah untuk mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadinya,” jelas Panglima.

Menurut Pangdam, pelaksanaan peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa korsa dan kebanggaan prajurit infanteri sebagai pasukan terdepan dalam setiap pertempuran serta untuk menanamkan nilai-nilai kejuangan, semangat pantang menyerah dan keteladan Panglima Jenderal Sudirman kepada generasi muda TNI AD, sekaligus memelihara kemampuan mobilitas jalan kaki sebagai indentitas ciri khas bagi prajurit infanteri, jelas Pangdam.

Selesai memimpin upacara pelepasan peleton beranting ini Bupati Donggala Kasman Lassa melakukan perjalanan kaki bersama Kasrem dan Dandim 1306/Dgl sejauh lebih kurang 3 km untuk mengiringi etape pertama peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya.

Perjalan peleton beranting ini dilaksanakan siang dan malam secara estafet sejauh 93 km yang terbagi dalam lima etape dimulai dari halaman Kantor Bupati Donggala dan akan berakhir di Lapangan Faqih Rasyid Birobuli Kota Palu yang akan diterima oleh Danrem 132/Tdl dalam suatu upacara Tradisi Militer pukul 07.00 wita.

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top