Bisnis

Tiga Kawasan Industri Prioritas Mulai Beroperasi, Termasuk di Morowali

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melihat maket pembangunan kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, Kamis (ANTARA News/Try Reza Essra)

JAKARTA, KABAR SELEBES – Tiga dari 14 kawasan industri prioritas yang dibangun di luar Pulau Jawa mulai beroperasi, yakni Kawasan Industri Sei Mangke, Sumatera Utara; Morowali, Sulawesi Tengah; dan Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Ketiganya sudah beroperasi. Tiga kawasan industri lainnya sedang dalam tahap pembangunan, yakni Kawasan Industri di Konawe, Sulawesi Tenggara; Bitung, Sulawesi Utara; dan Palu, Sulawesi Tengah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, lanjut Airlangga, delapan kawasan industri lainnya masih dalam tahap perencanaan, yakni kawasan industri di Teluk Bintuni, Papua Barat; Buli, Maluku Utara; Ketapang, Kalimantan Barat; dan Landak, Kalimantan Barat.

Selain itu, kawasan industri Batu Licin, Kalimantan Selatan; Tanggamus, Lampung; Kuala Tanjung, Sumatera Utara dan Jorong, Kalimantan Selatan.

“Pengembangan beberapa kawasan industri memang dari nol, sehingga membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk dapat dibangun dan beroperasi,” ujar Airlangga.

Airlangga menambahkan, dalam tiga tahun ke depan, Kemenperin juga akan mendorong percepatan pembangunan kawasan industri di Tanjung Buton, Dumai, Berau, Tanah Kuning, Gresik, Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Wilmar di Serang.

Sampai saat ini, terdapat 73 kawasan industri yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Diketahui, tiga kawasan industri yang sudah beroperasi yakni Sei Mangkei, Simalungun, Sumut berdiri di atas lahan seluas 2.002 hektar dengan investasi Rp9,5 triliun, bergerak di bidang industri pengolahan CPO.

Kemudian, kawasan industri di Morowali, Sulawesi Tengah berdiri di atas lahan seluas 1.200 hektar dengan investasi sekitar Rp49,7 triliun dan bergerak di bisang industri ferronikel.

Selanjutnya, kawasan industri di Bantaeng, Sulawesi Selatan berdiri di atas lahan seluas 3.000 hektar dengan investasi Rp24,4 triliun dan bergerak di bidang industri ferronikel.

©Antara

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top