Parigi Moutong

Tenaga Medis di Parimo Dilatih Tangani Pasien HIV AIDS

Wabup Parimo, Badrun Nggai saat memberikan sambutan pada Pelatihan LKB program IMS bagi Petugas Puskesmas dan Rumah Sakit di Parimo, bertempat di Hotel Tunas Harapan Sejahtera Parigi, Selasa (13/12/2016). (Humas Pemkab Parimo)

PARIGI MOUTONG, KABAR SELEBES – Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melaksanakan Pelatihan Layanan Komperhensif Berkesinambungan (LKB) program Infeksi Menular Seksual (IMS) bagi Petugas Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Parigi Moutong, yang dibuka oleh Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai SE bertempat di Hotel Tunas Harapan Sejahtera Parigi, Selasa (13/12/2016).

Pelatihan yang berlangsung selama 4 hari tersebut, dihadiri oleh masing-masing dua orang petugas Puskesmas yaitu Puskesmas Parigi, Lompentodea, Siniu, Tada, Sidoan, Tomini, Lambunu, Moutong, Sumbersari. Sementara dari Rumah Sakit Anuntaloko Parigi 8 orang, Rumah Sakit Raja Tombolotut 2 orang, Rumah Sakit Pratama Moutong 3 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Parimo, dr. Refi JN. Tilaar dalam sambutannya mengatakan, bahwa masih ada ketakutan bagi perawat baik itu di Rumah Sakit atau puskesmas dalam penanganan dan perawatan HIV AIDS. Kata dia, ketakutan serta rasa cemas itu diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan serta pengalaman dari perawat dalam menangani HIV AIDS.

“Menurut penelitian terbaru, bahwa kita tidak ditularkan dalam kehidupan dalam berumah tangga, dalam berciuman, mandi bersama di kolam renang dan di tempat umum. Karena virus ini (HIV AIDS) tidak akan hidup lebih dari 5 detik,” terangnya.

“Saya juga berharap kepada petugas-petugas puskesmas dan rumah sakit, jangan lagi tidak mau atau takut untuk menagani pasien yang terkena HIV AIDS,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai mengatakan, setiap petugas harus memiliki pemahaman lebih tentang perawatan pasien HIV AIDS.

“Olehnya saya berharap, pelaksanaan IMS serta konseling dan tes, dapat dilakukan di setiap puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan,” katanya.

Wabup juga berharap kepada para petugas medis agar penemuan kasus sedini mungkin dapat dilakukan pemantauan dan pencegahan, untuk meminimalisir penularan HIV AIDS.

“Kepada seluruh peserta pelatihan, agar dapat mengikuti kegaiatan ini dengan serius dan seksama, dengan harapan ilmu yang didapatkan pada pelatihan ini dapat diaplikasikan dalam profesi saudara sebagai pelayan kesehatan masyarakat,” harapnya. (Humas Pemda Parigi Moutong)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top