Bisnis

Investasi di Sulteng Capai Rp 17,35 Triliun

Ilustrasi

PALU, KABAR SELEBES – Realisasi pencapaian investasi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga triwulan III/2016 mencapai rekor tertinggi se-kawasan Sulawesi dengan nilai investasi Rp 17,35 triliun atau melampaui target Rp 14,5 triliun.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sulteng, Christina Shandra Tobondo mengatakan, nilai investasi tersebut terbesar dari penanaman modal asing yakni Rp 16,4 triliun, sementara penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 920,5 miliar.

“Kami optimistis nilai investasi tersebut masih terus bertambah hingga akhir tahun,” kata Shandra, Kamis (15/12).

Dia memaparkan, sasaran investasi terbesar masih berada di sejumlah daerah tambang di Sulteng seperti Kabupaten Morowali sebesar Rp 13,8 triliun, Banggai Rp 2,4 triliun, Poso Rp 320,1 miliar, dan Kota Palu sebesar Rp 80 miliar.

“Investasi terbesar di sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik. Realisasi sektor ini Rp 13,4 triliun,” jelasnya.

Selanjutnya kata Shandra, industri kimia dasar, dan farmasi dengan total investasi Rp 2,2 triliun. Sedangkan industri makanan baru mencapai Rp 525,8 miliar, transportasi gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 521 miliar, serta listrik, gas dan air sebesar Rp 394,3 miliar.

Menurut Sandra, tingginya realisasi tersebut menunjukkan bahwa investor yang ada di Sulteng sangat serius menyelesaikan rencana investasinya.

Dia juga mengingatkan kepada para investor yang sudah mengantongi izin prinsip agar segera merealisasikan investasinya mengingat izin tersebut hanya berlaku selama tiga tahun.

“Jika realisasinya belum selesai, maka investor harus mengurus izin investasi yang baru,” paparnya.

©beritasatu

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top