Kuliner

Inilah Nasi Jaha, Kuliner Wajib Saat Natal dan Tahun Baru di Sulawesi Tengah

Warga membuat nasi jaha di Manado.(Foto: Tribun Manado)

PALU, KABAR SELEBES – Setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, ratusan warga dari Desa Petimbe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah berbondong-bondong ke Palu. Tujuannya untuk menjajakan berbagai keperluan pembuatan nasi jaha atau nasi bambu.

Mereka ke Palu tak hanya membawa bahan dagangan seperti bambu, daun pisang, dan juga aneka bahan pembuatan bumbu pelengkap yang kesemuanya di peroleh dari hutan di desanya, tetapi juga membawa serta anggota keluarganya.

Di tempat mereka berdagang di Palu, mereka saling bahu membahu. Suami memotong ruas-ruas bambu, isteri melayani pembeli yang menawar bahan sayur mayur dan anak-anak pun membantu konsumen menggotong belanjaannya.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan pedagang dadakan dari Petimbe itu mentradisikan ke Palu berdagang bahan pembuatan nasi jaha setiap menjelang Natal dan Tahun Baru. Yang pasti, jalan-jalan seperti Woodward, Pattimura disesaki oleh pedagang dan pembeli untuk kebutuhan tersebut.

Beberapa waktu lalu, mereka berdagang di pertigaan antara Jalan Pattimura dengan Togean Palu. Namun kemudian mereka berpindah lagi ke pertigaan Jalan Woodward dan Jalan Maluku. Persoalan tempat berjualan menjadi keluhan bagi mereka.

Ribuan batang bambu yang dibawa para pedagang itu dari Desa Petimbe. Sejak sekitar dua atau tiga hari menjelang 25 Desember, mereka sudah berdatangan. Mereka membangun tenda-tenda untuk berjualan sekaligus sebagai tempat istirahat dan tidur.

Puncak transaksi itu adalah pada sehari menjelang Natal. Ratusan umat Kristiani berjubel di tempat tersebut untuk membeli perlengkapan pembuatan nasi bambu tersebut lengkap dengan bahan bumbunya.

“Rasanya tidak lengkap merayakan Natal tanpa nasi bambu,” ungkap Yosef, salah seorang warga yang mengaku rutin setiap tahunnya membeli di tempat tersebut seperti dikutip fajaronline.com.

Begitu pula dengan Rocky. Warga asal Manado ini mengaku ada yang kurang jika tidak ada sajian nasi jaha pada setiap perayaan Natal. “Ini sudah tradisi,” imbuhnya.

Menjadikan nasi jaha sebagai tradisi sebagai kuliner wajib pada setiap perayaan Natal membuat permintaan makanan khas itu melonjak tajam.(*)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top