Banggai

AJI Palu Gelar Rekrutmen Anggota Baru di Banggai

Suasana rekruitmen calon anggota baru di Luwuk Kabupaten Banggai. (foto: dok AJI Palu)

Suasana rekruitmen calon anggota baru di Luwuk Kabupaten Banggai. (foto: dok AJI Palu)

BANGGAI, KABAR SELEBES – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Sulawesi Tengah, melakukan perekrutan anggota baru di wilayah Luwuk, Banggai, Selasa (15/11/2016). Terdaftar 17 wartawan yang bekerja di pelbagai media massa ikut sebagai peserta dalam perekrutan luar daerah ini.

Ketua AJI Palu, Muhammad Iqbal Rasyid mengatakan, rekrutmen di Luwuk merupakan pertama kalinya dilakukan AJI Palu di luar daerah.

“Kami mengubah beberapa sistem rekrutmen di AJI Palu. Dan ini adalah pengrekrutan pertama yang kami lakukan di luar Palu,” terangnya usai membuka pengrekrutan anggota AJI Palu di Grand Hadser Hotel, Jalan RE Martadina, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk.

Menurut Pimpinan Redaksi Radar TV itu, terdaftar 17 peserta yang ikut dalam perwkrutan tahap pertama anggota AJI Palu baru di tahun 2016.

Mereka merupakan wartawan yang bekerja di sejumlah media massa di Banggai. Mulai dari media cetak, online, hingga elektronik (TV).

Bahkan, terdapat empat orang wartawan yang datang dari Palu ikut dalam pengrekrutan.

“Hari ini dimulakan tes tulis kemudian dilanjutkan tes wawancara. Kami berharap semua yang ikut bisa lulus,” imbuh Iqbal.

Salah satu penguji rekrutmen AJI Palu, Amran Amier menambahkan, pengrekrutan yang dikakukan AJI di luar Palu bagus.

Artinya, dengan AJI Palu melakukan penerimaan anggota baru di Luwuk, bisa menambah wawasan teman-teman wartawan yang ikut sebagai peserta.

“Paling tidak setelah mereka lulus, mereka bisa lebih tahu dan bisa menerapkan dalam kerja-kerja jurnalistiknya kode etik serta pemahaman soal undang-undang pers,” jelas Amran terpisah.

Olehnya, mantan Ketua AJI Palu itu berharap perekrutan luar daerah ini tidak hanya selesai di Luwuk, melainkan juga bisa dilakukan di daerah-daerah lainnya, sehingga wartawan di daerah lain pun bisa tergabung dalam lembaga pers, sebagaimana amanah dari dewan pers.

“Kalau semua sudah tergabung dalam lembaga pers seperti AJI, kecil kemungkinan ada sengketa pers terjadi, karena kerja teman-teman di lapangan sudah sesuai dengan kode etik dan undang-undang pers,” tandas Amran yang juga wartawan Trans 7 itu. (*)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top