Donggala

KPKPST Minta Polres Donggala Serius Tangani Kasus Pemerkosaan

Direktur KPKPST, Soraya Sultan.

Direktur KPKPST, Soraya Sultan.

DONGGALA, KABAR SELEBES – Direktur Kelompok Perjuangan Kesetaraan Peremuan (KPKP) Sulawesi Tengah, Soraya Sultan, meminta Penyidik Polres Donggala untuk serius menangani laporan korban dugaan pemerkosaan yang di lakukan oleh direktur PT. Sinar Mutiara Metalatindo, Pendoan, di Desa Loli Oge, Kecamatan Banawa, Jumat 21 Oktober 2016 lalu.

Dia menjelaskan, KPKPST akan mendampingi secara penuh korban untuk mendapatkan keadilan. Wakil Ketua DPD PDIP Sulteng dan mantan anggota DPRD Donggala yang akrab disapa Aya ini menegaskan, siapapun yang melakukan pemerkosaan harus ditindak tegas.

“Siapapun pelakunya harus di hukum. Polisi tidak boleh pandang bulu, apalagi ini kasus pemerkosaan,” ungkap Aya, Selasa (25/10/2016).

Aya menegaskan, agar jangan ada intervensi dari pihak mana pun terhadap kasus dugaan pemerkosaan tersebut. Sebab menurutnya, kasus itu melibatkan direktur sebuah perusahaan besar yang cukup berpengaruh.

“Jangan ada intervensi. Sebab ada dugaan penyidik berusaha mengalihkan pasal. Awalnya pasal pemerkosaan, setelah di BAP penyidik merubahnya menjadi pasal perzinahan,” ungkap Aya.

Sementara itu, ketua kuasa hukum korban, Salma, SH saat dihubungi mengatakan, klienya saat ini mengalami depresi berat atas musibah yang menimpanya. Ia berharap, agar penyidik benar-benar menangani kasus ini secara profesional.

“Kita berharap polisi bekerja dengan baik dan profesional,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang perempuan sebut saja Bunga (35), warga Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, diduga menjadi korban perkosaan oleh Pendoan (45) saudara sepupunya sendiri, Jumat malam 21 Oktober 2016.

Berdasarkan pengakuan adik korban, Razak kepada Kabarselebes.com, aksi bejat pelaku terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari di mes PT Sinar Mutiara Metalatindo Kampung Loli Oge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Razak menuturkan, usai dirudapaksa, pria yang juga direktur PT Sinar Mutiara Metalatindo itu, korban langsung melapor ke Polres Donggala ditemani keluarga. Namun hingga kini, pelaku masih bebas berkeliaran.

“Kakak saya dipaksa pelaku. Tapi pelakunya belum ada ditangkap. Jadi kami sebagai keluarga tidak menerima kalau pelaku tidak ditangkap secepatnya,” kata Razak, Senin (24/10/2016).

Pelaku, Pendoan di hubungi terpisah merasa keberatan dituduh melakukan pemerkosaan terhadap Bunga. Menurutnya, hal itu terjadi karena berdasarkankan suka sama suka.

“Saya keberatan disebut memperkosa. Ini kemauan bersama, suka sama suka,” bantah Pendoan. (Jose Rizal)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top