Tekno

Keren… Selesai E-Voting, Dua Mahasiswa Ini Bertekad Ciptakan Smart School

Pembuat aplikasi E Voting Dari kanan Adi Rahmansyah dan Muh. Fadly (Tri Novian/KabarSelebes.com)

Pembuat aplikasi E Voting Dari kanan Adi Rahmansyah dan Muh. Fadly (Tri Novian/KabarSelebes.com)

PALU, KABAR SELEBES – Keberhasilan penerapan sistem E-Voting atau pemilihan ketua Osis yang berbasis teknologi di Madrasah Aliyah (MA) Alkhairat Palu, membuat dua mahasiswa di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Adi Guna Palu yaitu Adi Rahmansyah dan Muh. Fadly bertekad kembali membuat sejumlah aplikasi lainnya yang diberi nama Smart School.

Kedua mahasiswa semester lima ini menjelaskan, keinginan tersebut dikarenakan melihat tingkat kebutuhan akan penggunaan teknologi yang sudah sedemikian besarnya khususnya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Adi menyebut, berangkat dari tawaran pembuatan sistem aplikasi E-Voting inilah yang membuat dirinya ingin kembali membuat aplikasi yang berbasis teknologi di sekolah lainnya.

Dengan terpakainya sistem aplikasi E-Voting yang dibuat, dirinya bersama rekanya di sekolah-sekolah mengindikasikan tingkat pengaruh teknologi khususnya di Sulteng sudah sedemikian besarnya.

Membenarkan hal itu, Fadly menuturkan terkait tingginya potensi penggunaan teknologi saat ini di masyarakat khususnya di sekolah. Seperti halnya pada penerapan sistem E-Voting, menurutnya penggunaan teknologi dengan sistem yang sama dapat pula diterapkan pada hal lainnya yang ada di sekolah.

Semisal pada penyusunan data nilai sekolah, data absen baik guru maupun murid, serta data administrasi yang secara real time dapat diakses oleh siapa saja.

“Jadi, memang potensi penggunaan aplikasi di semua layanan sekolah sangat memungkinkan. Sehingga, setelah melihat dari pemanfaatan e-voting yang kemarin kami buat, Kami kepikiran untuk membuat layanan aplikasi smart school, akunya saat ditemui di salah satu Cafe di Palu, Jalan Diponegoro, Palu Barat, Sabtu (3/9/2016).

Meskipun saat ini masih sekedar angan-angan dari kedua mahasiswa ini, Fadly sendiri bertekad untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Hal itu dikarenakan melihat dari beberapa daerah lain yang sudah sedemikian maju dari segi pemanfaat layanan barbasis teknologi. Seperti halnya di Kota Bandung, Jawa Barat, yang sudah menerapkan sistem Smart city. Artinya, kota tersebut telah mengandalkan sistem aplikasi yang berbasis teknologi dalam layanannya.

Yaa, setidaknya, meskipun Palu masih belum bisa menerapkan sitem yang sama, kita mulai dari sekolah saja dulu,” ujarnya.

Saat ini, Adi mengakui bahwa untuk mewujudkan impian mereka, perlu dilakukan riset secara menyeluruh terkait tingkat kebutuhan yang perlu dimasukkan nantinya dalam sistem yang mereka rencanakan.

Setelahnya, dari hasil penelitian tersebut, akan disesuaikan dengan sitem aplikasi yang akan dibuat seperti apa bentuknya.

“Jadi kami masih akan riset dulu, baru kemudian membuat produknya dan akan kami tawarkan ke pihak sekolah yang membutuhkan,” tuturnya.

Adapun kelebihan dari sistem yang akan dibuat nanti kata Adi, yang paling penting dapat mengurangi indikasi terjadinya korupsi di tingkat sekolah. Dikarenakan, semuanya dapat dilihat secara menyeluruh oleh siapa saja karena terintegrasi. Mulai dari penggunaan komputer, hingga penggunaan smartphone.

Melalui sistem ini juga, setiap sekolah dapat lebih meningkatkan kedisplinan seperti halnya soal absen. Melalui sistem ini, pihak sekolah khususnya Kepala Sekolah dapat memantau siapa saja yang datang terlambat. Bukan hanya siswa, termasuk absen para guru. (Tri Novian)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top