Banggai

Diduga Beritakan Rebutan Parpol, Wartawan Banggai Raya Diteror

Ilustrasi

Ilustrasi

BANGGAI, KABAR SELEBES – Aksi kekerasan terhadap wartawan masih saja terjadi. Kali ini menimpa seorang wartawan di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Ramli Suma, wartawan yang bekerja di Harian Banggai Raya mendapat ancaman serius akibat berita yang dibuatnya di koran yang terbit di Kabupaten Banggai dan sekitarnya itu.

Selasa (13/9/2016), Ramli Suma yang juga Kepala Biro Harian Banggai Raya di Bangkep ini mulai menerima SMS bernada teror. Pada hari yang sama sekira pukul 19:45 wita, dua org berinisial Ar dan So mendatangi kantor agen koran Banggai Raya dalam kondisi mabuk.

Keduanya memaksa mencari tahu nomor HP dan tempat tinggal Ramli Suma, sambil mngancam. Dua org itu memang dikenal dekat dengan salah satu bakal calon bupati Banggai Kepulauan berinisial LL.

Mendapat laporan dari agen koran, Ramli Suma langsung melaporkan kejadian itu Polres Bangkep. Hanya saja pihak kepolisian belum bisa mengambil tindakan karena belum ada aksi yang membahayakan namun terus melakukan pemantauan.

Pemimpin Redaksi Harian Banggai Raya, Mochtar Mahyudin mengaku sudah meminta wartawannya tersebut untuk segera mengambil langkah hukum. Pihak redaksi juga kata Mochtar sudah memerintahkan Ramli Suma untuk meninggalkan Bangkep demi keamanan dirinya.

“Tadi baru laporan lisan ke SPK terus si Ramli diminta mengamankan diri dulu. Dalam waktu 24 jam jika masih ada ancaman langsung mereka tindak,” kata Oetar, sapaan akrabnya Selasa (13/9/2016).

Menurut Mochtar Mahyudin, aksi pengancaman itu diduga erat kaitannya dengan pemberitaan di Banggai Raya. Sebulan terakhir Banggai Raya konsentrasi memberitakan Pilkada Bangkep tentang rebutan parpol para kandidat.

“Banggai Raya jadi media pertama yang memberitakan soal LL terdepak dari Golkar dan tidak dapat kesempatan menggunakan Golkar jadi penggusung di Pilkada,” cerita Mochtar.

Terakhir Banggai Raya menurunkan berita tentang LL di ujung tanduk karena tersisa dua parpol dengan jumlah 3 kursi yang belum resmi mngusung.

“Berita-berita itu diangap upaya pembusukan terhadap LL,” kata Mochtar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak LL terkait pengancaman tersebut.(Abdee)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top