Sigi

Sekolah di Pelosok Sigi Ini Wakili Sulteng pada Lomba BOS Nasional

Kepala SMPN 25 Sigi Samuel berpose bersama orang tua dan guru.(Foto: Rizki Karisi/KabarSelebes.com)

Kepala SMPN 25 Sigi Samuel berpose bersama orang tua dan guru.(Foto: Rizki Karisi/KabarSelebes.com)

SIGI, KABAR SELEBES – Sebuah sekolah yang berada jauh di pelosok terpelosok di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berhasil meraih kesempatan untuk mengikuti lomba tata kelola penggunaan dana BOS tingkat nasional di Jakarta.

Sekolah yang berjarak berjarak 4 km dari ibukota kecamatan dan 43 km dari ibukota kabupaten Sigi tepatnya di desa Rahmat Kecamatan Palolo ini menjadi satu dari tiga sekolah yang akan menjadi wakil Sulawesi Tengah di Jakarta pada tanggal 12-15 Agustus 2016.

Untuk mengikuti lomba bagi sekolah se Indonesia tersebut telah ditunjuk 3 sekolah yang masuk tiga besar sebagai perwakilan dari Provinsi Sulteng, yaitu sekolah dari kabupaten Tolitoli, Parimo dan Kabupaten Sigi yang diwakili SMP 25 Sigi.

Awalnya, dua sekolah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, salah satunya SMP Negeri 25 Sigi. Kemudian diajukan ke provinsi lalu dinas pendidikan provinsi menilai sekolah yang layak untuk ditinjau langsung oleh tim penilai dari inspektorat Kemendikbud. Hasilnya, SMP Negeri 25 Sigi lah yang terpilih.

Kepala SMP negeri 25 Sigi, Samuel kepada KabarSelebes.com mengatakan, yang menjadi penilaian sehingga sekolah itu terpilih adalah bagaimana keterbukaan sekolah terhadap penggunaan dana BOS.

“Kalau kita, (pengelolaan dana BOS) dengan melibatkan orang tua, anggota komite, guru-guru, tata usaha dan pengurus osis,” cerita Samuel saat ditemui di SMP Negeri 25 Sigi di Desa Rahmat, Selasa (2/8/2016).

“Jadi lebih dulu kita bahas program, baru kita buat rencana anggaran dalam bentuk RAPBS, kemudian dibuat lagi dalam bentuk RKAS, kemudian penggunaan anggaran harus sesuai Juknis BOS ada sekitar yang kurang lebih 13 item yang harus ditaati. Kemudian pelaporannya harus sah, misalnya kwitansinya dan lain-lain, kemudian yang terakhir yaitu bagaimana dana BOS bisa berdampak bagi KBM agar bisa berjalan lancar,” lanjut Samuel.

Memang benar, dalam lomba tata kelola dan BOS tersebut bahwa yang dinilai adalah persiapan, rencana penggunaan anggaran, pelaksanaan RKAS, penggunaan anggaran, pelaporan, dan dampak dari dana BOS dalam bentuk fisik yang memunjang kegiatan KBM agar bisa terlaksana secara maksimal.

“Kita jelaskan kepada masyarakat apa saja yang boleh dan yang tidak boleh menggunakan dana BOS, jadi karena masyarakat mengerti bahwa dana BOS tidak mencukupi, sehingga terserah bagaimana stakeholder yang ada mau membantu sekolah atau tidak, intinya kepercayaan dulu yang kita bangun,” kata Samuel.

Untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat kata Samuel, pihaknya membuktikan dengan keberhasilan program ekstra kurikuler sekolah yang kerap menjuarai lomba tingkat kecamatan hingga kabupaten. Dengan begitu bisa mendapatkan perhatian masyarakat sehingga mau berkontribusi demi kemajuan sekolah tempat anak mereka menimba ilmu. Kemudian dalam pelaksanaan program berkoordinasi dengan komite sekolah.

Namun, Samuel menganggap keberhasilan itu bukan hanya karena dirinya, tapi karena hasil kinerja semua tim, termasuk masyarakat dan para pelajar.

“Dengan team work yang bagus, saya sampaikan kepada teman-teman keberhasilan ini bukan karna siapa-siapa, tapi hasil kerja kita bersama team work yang bagus,” kata Samuel.

Samuel menambahkan bahwa dirinya merasa bangga, bisa terpilih ke tingkat nasional. Menurutnya ini semua juga berkat pembinaan dari kabupaten juga dari manager dana BOS.

“ini juga berkat pembinaan dari kabupaten, terutama pak Iksan (kadis pendidikan Sigi), karna beliau itu pro aktif dalam menangani setiap sekolah, sehingga Sigi sudah 3 tahun berturut-turut dapat terus,” tutur Samuel.

Saat ini semangat belajar anak-anak SMP Negeri 25 Sigi sudah semakin tinggi. Padahal sebelumnya anak-anak lingkungan sekitar diperlakukan sebagai tenaga kerja dan tidak bersekolah.

“Tapi kita pelan-pelan dengan sosialisasi kepada masyarakat, siswa yang awalnya pada tahun 2010 hanya sekitar 100 orang, telah jauh meningkat dan sekarang sudah terdapat 210 orang siswa, ditambah dengan berbagai ekstra kurikuler yang sudah terbukti prestasinya sehingga anak-anak juga semakin termotifasi untuk bersekolah,” lanjutnya.

Samuel mengaku sedang mempersiapkan presentase terhadap pengelolaan dana BOS yang pada dasarnya mencakup pelaksanaan, pelaporan dan dampak dari penggunaan dana BOS terhadap sekolah.(Rizki Karisi)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top