Sigi

PGRI Sigi Khawatir “Full Day School” Pengaruhi Psikologis Siswa

Hari Pertama Sekolah - Sejumlah orang tua menemani anaknya sebagai siswa baru saat hari pertama sekolah di SD Negeri Langensari, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7). Meski hanya sebatas mengantar, keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya dalam hari pertama sekolah siswa baru di SD sangat membantu perkembangan mental anak dengan menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun psikologis pertumbuhannya.Kompas/Rony Ariyanto Nugroho (RON)27-07-2015

Sejumlah orang tua menemani anaknya sebagai siswa baru saat hari pertama sekolah di SD Negeri Langensari, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7). Meski hanya sebatas mengantar, keberadaan orang tua yang mendampingi anaknya dalam hari pertama sekolah siswa baru di SD sangat membantu perkembangan mental anak dengan menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun psikologis pertumbuhannya. (Kompas/Rony Ariyanto Nugroho)

Sigi, KABAR SELEBES – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Asron mengemukakan, wacana Kementrian Pendidikan untuk menerapkan Program “Full Day School” atau bersekolah mulai pagi hingga sore akan disambut baik oleh guru-guru khususnya di Kabupaten Sigi. Namun kata dia, penerapan program baru tersebut dikuatirkan akan mempengaruhi psikologis siswa.

“Ini masih sebatas wacana, tapi substansinya inikan agar mendekatkan hubungan orang tua dan siswa, tapi harus disesuaikan dengan budaya sosial antara siswa yang ada dikota dan dipedesaan,” katanya kepada KabarSelebes.com, Kamis (11/8/2016).

Menurut Asron, sejauh ini pihak PGRI Sigi sudah melaksanakan program Full Day School dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler siswa dalam bentuk organisasi yang ada di dalam lingkungan sekolah, hanya saja pelaksanaanya belum rutin setiap hari seperti tujuan dari Full Day School.

“Program Full Day School itukan masih wacana, kalau Pemda serukan begitu ya kita laksanakan, kita kan pada prinsipnya sudah laksanakan itu kegiatan ekskul, jadi pada prinsipnya kita sudah berjalan kalau untuk ekskul dalam bentuk organisasi,” terang Asron, yang juga menjabat Kepala Sekolah di salah satu SMA di Sigi.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sigi, Ahmad Labaso mengaku belum banyak mengetahui mengenai wacana progran Full Day School tersebut.

“Bagaimana itu Full Day School, untuk sekolah sampe sore kalau pemerintah mau urus konsumsinya saya rasa tidak ada masalah. Saya rasa bagus karena lebih maksimal dengan pendidikan,” kata Ahmad.

Lebih lanjut dirinya mengatakan program Full Day School bisa diterapkan di Kabupaten Sigi dengan ketentuan pemerintah bertanggung jawab menyiapkan konsumsi siswa.

“Mengingat banyaknya orang tua siswa yang tidak mampu dan harus menambah uang jajan siswa,” tambahnya.

Sementara Ketua PGRI Sigi mengaku siap menerapkan program tersebut jika surat edaran resmi telah dikeluarkan dari Kementrian Pendidikan.(Rizki Karisi)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top