Buol

KPID Sulteng : Orang Tua Benteng Anak dari Serbuan Media

Wakil ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Drs. Indra Yosvidar, M.A.P, saat memberikan materi literasi media di ruang pertemuan Kantor Bupati Kabupaten Buol, Kamis (4/8) pagi.(Foto: Dok KPID Sulteng)

Wakil ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Drs. Indra Yosvidar, M.A.P, saat memberikan materi literasi media di ruang pertemuan Kantor Bupati Kabupaten Buol, Kamis (4/8) pagi.(Foto: Dok KPID Sulteng)

BUOL, KABAR SELEBES –  Terpaan informasi melalui penyiaraan saat ini boleh dikata Rawan bagi perkembangan anak. Banyaknya tayangan-tayangan yang disuguhkan lembaga penyiaran khususnya jasa televisi, sangat mempengaruhi prilaku anak. Tidak heran, orang tua bahkan pemerintah, dibuat pusing dan was-was dengan peristiwa-persitiwa miris, baik itu menyangkut kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual hingga keterlibatan narkoba, yang nota benenya adalah anak-anak.

Demikian pemaparan awal Wakil ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah, Drs. Indra Yosvidar, M.A.P, saat memberikan materi literasi media di ruang pertemuan Kantor Bupati Kabupaten Buol, Kamis (4/8/2016) pagi. Literasi media dengan tema Perlindungan anak dari dampak media. Literasi media yang dibuka resmi Asisten satu bidang pemerintahan,  Drs. Triyono. Selain dihadiri anggota Komisi I DPRD Sulteng, Hasan Patongai, SH, peserta terdiri dari kalangan pemerintahan Kabupaten Buol, juga hadir beberapa kelapa sekolah dan pengelola PAUD se Kabupaten Buol.

Dalam paparannya, Indra Yosvidar menuturkan, terpaan media saat ini tidak mengenal batas dan waktu. Terlebih lagi perangkat mengakses media tidak lagi menggunakan perangkat besar.

‘’Cukup genggaman tangan, mengakses informasi hanya melalui perangkat gadget. Dan parahnya, anak-anak saat ini, sangat mahir penggunaan perangkat tersebut,’’ tuturnya.

Orang tua yang seharusnya menjadi filter utama membendung serbuan media di dalam keluarga, terkadang lalai. Akibatnya, anak menjadi kencaduan dan memiliki perilaku individual dan tidak peduli terhadap lingkungannya,’’ ujar Indra sembari memaparkan hasil riset tentang waktu menonton televisi bagi anak, per harinya rata-rata empat sampai lima jam.

Jika orang tua, tidak tanggap saat ini, lanjut Indra, dampaknya sangat butuk terhadap anak. Anak menjadi amoral dan tidak nasionalis, bahkan banyak membuang-buang waktu, yang seharusnya masa anak-anak harus lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan di keluarga.

Lantas solusinya? Indra berharap mulai saat ini, orang tua harus peduli terhadap anak saat menonton siaran. Anak-anak harus didampingi agar mereka tidak semaunya saja menonton. Selain adanya pembatasan jam menonton, orang tua harus memberikan pemahaman bahwa tayangan yang layak bagi mereak adalah tayangan-tayangan yang memiliki edukasi.

‘’Disinilah literasi media dilakukan terhadap orang tua. Agar orang tua benar-benar ikut terlibat. Bisa memahami mana siaran yang baik, mana siaran yang  tidak baik,’’ harap Indra.

Tayangan ramah anak, kata Indra, KPI baru-baru ini memberikan penghargaan pada program-program televisi yang ramah anak. Hal tersebut dilakukan karena KPI menyadari betul bahwa usaha televisi menyajikan program siaran untuk anak yang berkualitas tidaklah mudah. “Termasuk dengan menggeser pertimbangan rating, dengan mengedepankan kualitas program siaran untuk anak yang menghibur, kreatif dan mendidik”, katanya.

Khusus program ramah anak yang disiarkan lembaga penyiaran, KPI memberikan empat kategori ramah anak.  Berdasarkan hasil penilaian para juri pemenang untuk Kategori Program Animasi Anak yakni MNC TV dengan program acara Pada Zaman Dahulu Kala episode Kancil yang Bijak, pemenang untuk Kategori Program Animasi Indonesia yakni Indosiar program acara Garuda Gemilang episode Panggil Aku Gilang, pemenang untuk Kategori Program Dokumenter yakni Trans 7 program acara Bocah Petualang episode Semangat dari Tanah Sumatera, dan untuk pemenang Kategori Program Variety Show yakni TVRI program acara Buah Hatiku Sayang episode Mengenal Produksi Televisi. (*/abdee)

Comments

comments

Terpopuler Minggu Ini

To Top